Nias Barat (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution resmi memulai pembangunan Jembatan Idano Noyo di Desa Tuwuna, Nias Barat, melalui seremoni groundbreaking pada Jumat.Jembatan yang sempat ambruk akibat banjir pada Maret lalu itu kini akan dibangun kembali dengan spesifikasi kelas A, setara dengan jembatan di jalan nasional.“Perencanaan jembatan ini sebenarnya bukan pertama kali, tapi tertunda karena berbagai hal. Sekarang kita bangun dengan kualitas yang baik dan setara dengan jembatan nasional,” ujar Bobby Nasution dalam sambutannya.Jembatan Idano Noyo akan dibangun tanpa tiang penyangga di tengah (tipe abutment), dengan panjang 95 meter dan lebar 9 meter. Dari total lebar tersebut, 7 meter akan digunakan untuk badan jalan, sementara masing-masing 1 meter di sisi kiri dan kanan akan menjadi trotoar bagi pejalan kaki.Pembangunan jembatan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp46,7 M dan ditargetkan rampung pada Desember 2025. Bobby menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan juga simbol kebangkitan pembangunan di Kepulauan Nias.“Ini adalah pembangunan infrastruktur pertama di era kepemimpinan kami di Sumut, dan juga simbol dimulainya pembangunan besar di Nias. Bulan Juli mendatang kita mulai perbaikan jalan senilai Rp204 M di seluruh wilayah Nias. Maka saya minta dukungan dari seluruh pemda dan masyarakat,” kata Bobby.Putusnya Jembatan Idano Noyo telah berdampak besar bagi mobilitas warga. Seperti diungkapkan oleh Sri Astriany Gulo, salah satu warga Nias Barat, warga kini harus menyeberangi sungai dengan perahu setiap hari, yang tidak hanya menyita waktu tetapi juga menambah beban biaya.“Biasanya saya berangkat dari rumah jam 7 pagi, sekarang harus jam 6. Biaya menyeberang juga mahal, Rp20 ribu sekali jalan. Harapan kami, jembatan ini cepat selesai,” ungkap Sri.Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, menyampaikan bahwa masyarakat sangat mendukung pembangunan ini. Bahkan, empat warga secara sukarela menghibahkan tanah dan rumah mereka untuk kelancaran proyek.“Salah satu warga bahkan hanya tersisa dua meter rumahnya karena terkena proyek. Ini bentuk dukungan masyarakat. Kita akan bantu agar warga yang kehilangan rumah dapat kembali memiliki hunian yang layak,” kata Eliyunus.Acara groundbreaking ini dihadiri oleh seluruh bupati dan walikota dari Kepulauan Nias, Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, unsur Forkopimda Sumut, anggota DPRD Sumut dan Nias Barat, serta tokoh adat, agama, dan masyarakat setempat.Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, pembangunan Jembatan Idano Noyo diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan transportasi, tetapi juga membuka lembaran baru bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Nias Barat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting