Medan (buseronline.com) - Direktur RS Jiwa Prof dr M Ildrem, drg Ismail Lubis MM, menerima kunjungan dari Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Medan Kota dalam rangka kegiatan sosial berbagi tali asih kepada keluarga disabilitas mental yang tengah menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut, Kamis.Kegiatan yang berlangsung di lingkungan RS Jiwa Prof dr M Ildrem ini juga dihadiri oleh Kabag Promosi dan Bisnis, dr Silvy Agustina Hasibuan SpKJ MKM FISQua, yang turut mendampingi Direktur dalam menyambut kedatangan rombongan GKPI Medan Kota.Pendeta John Simorangkir, yang memimpin rombongan sekaligus menjabat sebagai Pendeta Jemaat GKPI Medan Kota, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi kasih kepada sesama. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan cinta kasih terhadap keluarga disabilitas mental."Kami sangat berterima kasih kepada Bapak drg Ismail Lubis karena telah memberikan ruang bagi kami untuk berbagi di sini. Kegiatan ini dilandasi oleh semangat mengasihi sesama," ungkap Pendeta John Simorangkir dalam sambutannya.Ia juga menambahkan bahwa kesan terhadap RS Jiwa Prof dr M Ildrem jauh berbeda dari anggapan umum. Menurutnya, lingkungan rumah sakit sangat asri dan penuh kedamaian."Suasana di sini sangat menyejukkan. Dari depan hingga ke area perawatan, semuanya terasa damai dan tertata rapi," tambahnya.Direktur RS Jiwa Prof dr M Ildrem, drg Ismail Lubis, menyambut hangat kedatangan rombongan GKPI dan menyampaikan rasa harunya atas perhatian yang diberikan kepada keluarga disabilitas mental. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendukung proses pemulihan pasien."Saya sangat terharu dan berterima kasih atas kunjungan dan kepedulian ini. Merawat keluarga disabilitas mental adalah tugas kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Saya sangat mendukung jika GKPI Medan Kota ingin berkolaborasi melalui program-program yang dapat membantu kesembuhan mereka," ujarnya.Lebih lanjut, drg Ismail Lubis juga mengingatkan pentingnya menghapus stigma terhadap penyintas gangguan mental, terutama saat mereka mulai pulih."Jika ada keluarga disabilitas mental yang mulai sembuh, tolong jangan distigma. Ajak mereka kembali ke masyarakat, bimbing mereka, dan mari kita bantu mereka tumbuh kembali," pesannya.Setelah sesi sambutan dan diskusi, rombongan GKPI Medan Kota mengadakan kegiatan berbagi tali asih berupa paket roti dalam tas kecil yang diberikan langsung kepada keluarga disabilitas mental. drg Ismail Lubis turut mendampingi dan memperkenalkan para pasien kepada rombongan gereja."Dengar ya semuanya, ini rombongan dari GKPI Medan Kota. Mereka datang ingin berbagi dengan kita. Setelah menerima bingkisan, jangan lupa ucapkan terima kasih," katanya dengan ramah kepada para pasien.Sambutan hangat pun diberikan oleh keluarga disabilitas mental yang menerima bingkisan tersebut. Beberapa di antara mereka terlihat berbincang hangat dan bersalaman dengan para anggota rombongan."Terima kasih, Ibu, atas makanannya. Sehat selalu, murah rezeki ya. Datang lagi nanti, ya Ibu," ujar salah satu penerima tali asih dengan wajah ceria.Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian lintas sektor sangat diperlukan dalam membangun sistem kesehatan jiwa yang inklusif dan berkeadilan. RS Jiwa Prof dr M Ildrem membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi komunitas yang ingin ambil bagian dalam perjuangan kemanusiaan ini. (R)