Medan (buseronline.com) - Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Togar Mangihut Simatupang, menggelar sosialisasi terkait arah baru kebijakan Kemdiktisaintek kepada civitas akademika Universitas Satya Terra Bhinneka, Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu.Dalam acara ini, Togar menjelaskan kebijakan yang berfokus pada penguatan sektor pendidikan, sains, teknologi, dan digitalisasi, serta bagaimana kebijakan tersebut akan menjawab tantangan strategis yang dihadapi bangsa Indonesia.Kebijakan ini dituangkan dalam 17 Program Prioritas pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan tema besar Arah Baru Pendidikan Sains dan Teknologi: Sinergi Inovasi dan Aksi Nyata.Togar mengungkapkan bahwa perguruan tinggi, seperti Universitas Satya Terra Bhinneka, memiliki peran penting dalam mengatasi persoalan lokal, termasuk kekurangan gizi, kemiskinan, hingga masalah psikologis.“Ke depan, perguruan tinggi harus mampu memberikan solusi atas tantangan yang ada di sekitar wilayahnya. Kami berharap Universitas Satya Terra Bhinneka bisa mengatasi berbagai masalah lokal ini,” ujar Togar.Togar juga menyampaikan pentingnya dukungan untuk penyelenggaraan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), guna meningkatkan kompetensi dan pemerataan distribusi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.Dukungan dalam hal ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan dan profesionalisme para pengajar di Indonesia.Di sisi lain, Kemdiktisaintek juga membutuhkan dukungan untuk pengembangan tenaga kesehatan guna memperkuat sistem kesehatan nasional."Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas serta ketersediaan tenaga kesehatan untuk mendukung sektor kesehatan di Indonesia," kata Togar.Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya sekolah unggulan yang menjadi prioritas dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam bidang sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan penguatan peran perempuan serta kesetaraan gender.Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka, Tracey Yani Harjatanaya, menyambut baik sosialisasi ini dan menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.“Pendidikan tinggi harus siap menghadapi dinamika perubahan zaman yang begitu cepat. Kami menyadari pentingnya transformasi besar dalam sistem pendidikan di Indonesia,” ujarnya.Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Sofyan Tan, turut menegaskan bahwa masa depan bangsa terletak pada anak muda yang kreatif dan inovatif.“Masa depan negeri ini ada pada generasi muda yang berkarya dan berani membuat terobosan berbeda,” kata Sofyan.Sosialisasi ini dihadiri pula oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kemdiktisaintek, Indra Ni Tua, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I, Saiful Anwar Matondang, Direktur Politeknik Negeri Medan, Idham Kamil, serta Ketua Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Finche Kosmanto. Semua pihak sepakat bahwa pendidikan tinggi di Indonesia perlu melakukan transformasi besar agar dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi