Medan (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengusung paradigma baru untuk perguruan tinggi yang berfokus pada kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu universitas yang diharapkan dapat memimpin perubahan ini adalah Universitas Sumatera Utara (USU).Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, dalam acara Diskusi Arah Kebijakan Perguruan Tinggi di Gedung DLC 9T8 USU, Jumat.Togar menjelaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada pembelajaran dan pengabdian, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.“USU harus menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi bisa hadir menjawab kebutuhan lokal masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.Lebih lanjut, Togar menegaskan visi Kemdiktisaintek untuk mewujudkan pemberdayaan perguruan tinggi yang bertanggung jawab, dengan tata kelola yang baik dan mampu menghasilkan riset yang berdampak langsung pada masyarakat.Ia juga mengingatkan pentingnya riset dan pengembangan untuk meningkatkan transformasi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan melalui sains dan teknologi.Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, turut mendukung arah kebijakan ini dengan menekankan pentingnya riset berbasis industri.“USU harus menjadi leader dalam pergolakan riset yang berbasis industri,” katanya, mengajak perguruan tinggi untuk lebih berperan dalam mendukung perekonomian nasional.Rektor USU, Muryanto Amin, menyatakan komitmen universitasnya untuk mendukung kebijakan ini. “USU siap menjadi kampus yang berdampak, dengan memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi bagi kawasan sekitar, serta bekerja sama dengan pemerintah daerah dan sektor korporasi,” ujarnya.Acara ini dihadiri oleh berbagai jajaran pimpinan USU, termasuk Wakil Rektor Bidang Keuangan dan SDM, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, serta para dekan dan pejabat lainnya.Diskusi ini menandai langkah awal bagi USU untuk lebih berperan dalam membangun perekonomian daerah melalui riset dan kolaborasi dengan berbagai pihak. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi