Pancurbatu (buseronline.com) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pancurbatu menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-61 pada Rabu.Acara ini berlangsung di Lapangan Paviliun Hunian Jamin Ginting dan diikuti oleh pejabat lapas, staf, serta warga binaan.Pembukaan acara diawali dengan upacara yang melibatkan pembacaan janji oleh wasit dan atlet, yang menegaskan komitmen semua pihak untuk menjaga semangat sportivitas.Berbagai cabang olahraga, termasuk bulutangkis dan futsal, akan dipertandingkan dalam Porseni kali ini, yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara warga binaan dan petugas serta menciptakan atmosfer yang positif di lingkungan lapas.Kepala Lapas Kelas IIA Pancurbatu, Tribowo, mengungkapkan bahwa Porseni bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan kesempatan untuk memperkuat solidaritas antara warga binaan dan petugas."Kegiatan ini lebih dari sekadar pertandingan. Ini adalah upaya untuk mempererat kebersamaan dan saling mendukung di antara semua pihak di dalam Lapas," ujar Tribowo.Porseni juga dimaksudkan sebagai sarana hiburan yang dapat mengurangi rasa jenuh warga binaan selama menjalani masa pidana.Tribowo berharap kegiatan ini dapat dijalani dengan semangat kebersamaan, kesehatan, dan penuh kegembiraan. "Kami berharap semua peserta bertanding dengan sportivitas tinggi, menjaga kesehatan, dan menikmati setiap momen yang ada," tambahnya.Selain itu, Tribowo juga menekankan pentingnya olahraga dan seni dalam membentuk mental dan fisik yang sehat. Hal ini diharapkan dapat mendukung proses pembinaan dan mempersiapkan warga binaan untuk reintegrasi sosial setelah menyelesaikan masa pidana."Dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang segar, warga binaan lebih siap menghadapi berbagai proses pembinaan yang akan membantu mereka kembali ke masyarakat," pungkas Tribowo.Porseni di Lapas Pancurbatu ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan antusiasme tinggi dari semua peserta, menjadi bukti komitmen Lapas dalam menciptakan lingkungan yang produktif dan manusiawi bagi warga binaan. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak