Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Waas menerima kunjungan dari jajaran pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) di Balai Kota Medan, Senin.Pertemuan tersebut diwarnai dengan diskusi mengenai kondisi fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Medan, khususnya layanan yang berkaitan dengan penyakit jantung.Dalam pertemuan itu, Wali Kota menekankan pentingnya pembenahan layanan kesehatan, terutama di puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah.Ia mengajak PERKI untuk turut memberikan saran dan dukungan demi masa depan sektor kesehatan di kota ini.“Layanan di puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah, ini perlu sama-sama kita benahi. Kami butuh saran, masukan, dan dukungan dari pihak-pihak yang terjun langsung di dunia kesehatan untuk memikirkan masa depan sektor kesehatan di Kota Medan,” ujar Rico Waas.Sebagai organisasi yang fokus pada penyakit jantung, Wali Kota menyatakan harapannya agar para dokter spesialis jantung dapat berkontribusi dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Medan.Meskipun saat ini belum ada dokter spesialis jantung di puskesmas, ia berharap puskesmas mampu memberikan pertolongan awal bagi masyarakat yang mengalami serangan jantung.“Mungkin tidak ada spesialis jantung yang berada di puskesmas, bahkan tidak ada sama sekali. Namun, kami ingin, bagaimana puskesmas bisa siap memberikan pertolongan awal jika ada masyarakat yang terkena serangan jantung. Kami harap teman-teman bisa memberi masukan dan edukasi,” harapnya.Sementara itu, Ketua PERKI, dr Faisal Habib SpJP menyampaikan maksud kedatangan mereka tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga mengundang langsung Wali Kota untuk hadir dalam Kongres Nasional Dokter Jantung se-Indonesia yang akan digelar di Medan.“Rencananya, kongres akan kita laksanakan pada 1-2 Mei mendatang. Semoga Pak Wali Kota bisa hadir,” ungkap Faisal.Kota Medan ditunjuk sebagai tuan rumah kongres nasional tersebut, yang diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan para dokter spesialis kardiovaskular dalam meningkatkan layanan kesehatan jantung di daerah. (R)