Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Ijeck Kunjungi Museum De Tjolomadoe di Karanganyar

GY Simanjuntak MSi - Rabu, 18 Januari 2023 02:00 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2023/01/kunjungi-museum-di-karanganyar.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah berkunjung ke Museum De Tjolomadoe, Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Senin (16/1/2023). (Dok/Kominfo Sumut)
Solo (buseronline.com) - Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah berkunjung ke Museum De Tjolomadoe, Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.Ijeck sapaan akrab Wagub mengaku serasa memasuki lorong waktu usai melihat ragam koleksi benda di dalam Museum De Tjolomadoe.“Saya membayangkan di zaman itu pabrik ini berdiri seperti apa. Melihat museum ini tergambarlah bagaimana dulu pabrik ini beroperasional,” ujar Ijeck.Menurutnya, museum ini tidak sekadar menyuguhkan koleksi tapi juga memberikan edukasi, bahkan pendirinya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara IV menjadi inspirasi karena memiliki pemikiran yang visioner membangun pabrik gula saat itu.“Satu hal yang luar biasa menurut saya karena pabrik ini berdiri sebelum negara ini merdeka, tahun 1861. Pendirinya Mangkunegara IV berpikir sangat visioner. Ini harus jadi semangat kita generasi bangsa apalagi saat ini kita punya banyak kemudahan dalam akses informasi dan lainnya. Dengan pikiran yang visioner seperti KGPAA Mangkunegara IV, ditambah punya kemauan yang besar, tekad yang bulat dan semangat pantang menyerah Indonesia akan semakin maju,” katanya.Lanjut Ijeck, dahulu gula yang diproduksi Pabrik Tjolomadoe diekspor hingga ke luar negeri. Pabrik ini pun menjadi yang terbesar di Asia hingga akhirnya ditutup. Sejarah Tjolomadoe harus jadi masukan agar ke depan lahan-lahan pertanian bisa terus produktif.“Ternyata dahulu kita mampu mengelolah lahan produktif ladang tebu sehingga menghasilkan gula dan bisa diekspor. Sekarang perkembangan zaman permukiman bertambah, lahan-lahan ini berkurang. Ini juga jadi masukan ke depan kita harus berpikir bagaimana lahan-lahan kita ini bisa produktif kembali supaya kita bisa swasembada pangan,” katanya.Sementara itu, Marketing Manager Museum De Tjolomadoe Aji menyampaikan pihaknya berharap museum ini bisa terus diramai pengunjung khususnya pra generasi muda.“Semoga bisa didatangi oleh adik-adik kita sebagai wisata edukasi, agar mereka tahu bagaimana mereka minum pakai gula itu proses pembuatannya seperti apa,” katanya.Ia juga berharap pabrik gula lainnya yang sudah ditutup bisa dijadikan museum seperti De Tjolomadoe. “Semoga beberapa pabrik gula yang sudah mati atau sudah tutup bisa dijadikan museum juga seperti di sini,” tutupnya.

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sumatera Utara

Luis de la Fuente Sebut Lamine Yamal Calon Legenda Sepak Bola

Sumatera Utara

Inggris Hancurkan Kroasia 7-0, Kane dan Saka Borong Gol

Sumatera Utara

PSMS Medan Hantam Persikad 4-0, Puncaki Klasemen Liga 2

Sumatera Utara

Bupati Taput Ikuti Langsung Tapanuli Utara Fun Run 2026 hingga Garis Finis

Sumatera Utara

Pemkab Taput Buka Pemilihan Putra Putri Bonapasogit 2026

Sumatera Utara

SATUSEHAT Raih Dua Penghargaan, Perkuat Transformasi Digital Kesehatan Indonesia