Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Sumut KLB Pertusis dan Difteri

EM Bukit MKes - Kamis, 25 April 2024 07:17 WIB
Kantor Dinkes Sumut.
Medan (buseronline.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut mencatat ada delapan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di Sumut.PD3I merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Untuk penyakit yang disebabkan oleh virus diantaranya Cacar, Campak-rubela, pertusis (batuk 100 hari), difteri, tetanus neonatorum, dan Polio."Dalam hal ini untuk KLB PD3I tercatat ada empat kasus kejadian pertusis dan empat kasus kejadian difteri di Sumut," kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumut, dr Nora Nasution.Ia merincikan lebih jauh, untuk kasus kejadian pertusis tercatat terjadi di Kabupaten Deliserdang, Kota Medan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Madina. Sedangkan untuk kasus kejadian difteri ada di Kota Medan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Simalungun dan Padangsidimpuan.Terpisah, saat ini untuk vaksin DPT yang diberikan untuk melindungi anak dari penyakit difteri, pertusis dan tetanus di semua Puskesmas sedang kosong. Warga yang memiliki bayi di bawah usia satu tahun berharap pemerintah segera menyuplai vaksin untuk meningkatkan daya tahan bayi terhadap penyakit difteri, pertusis, dan tetanus.Saat ditanyakan mengenai kekosongan vaksin ini ke Dinas Kesehatan Kota Medan, Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Medan, dr Pocut Fatimah menuturkan kekosongan ini lantaran distribusi dari Dinkes Sumut terbatas."Kekosongan ini mungkin dari pusat juga. Tapi, Alhamdulillah vaksin lainnya tersedia dan cukup. Selain itu, kekosongan vaksin DPT ini disebabkan jalur distribusi pusat yang tersendat," katanya.Hal senada juga dikatakan Kabid P2P Dinas Kesehatan Sumut Novita Saragih menuturkan kekosongan vaksin DPT memang secara nasional sedang tidak mencukupi."Untuk kebutuhan nasional tidak cukup. Selama ini kita pakai produksi dalam negeri tapi vaksinnya sedang tidak ada. Jadi sekarang sedang menunggu impor dari India. Dimana vaksin ini sedang dalam perjalanan dalam waktu dekat ini. Nah, saat ini kalau Kota Medan buat permintaan untuk vaksin DPT di kita masih ada dikit lagi," pungkas Novi.Menanggapi keadaan ini, Pengamat Kesehatan Provinsi Sumut, Destanul Aulia menuturkan ini menunjukkan sistem surveilensi di Indonesia khususnya di Sumut tidak berjalan dengan baik."Karena seharusnya Dinas Kesehatan sudah bisa memperkirakan penyakit yang muncul secara musiman, siklusnya dipelajari kemudian fenomenanya dikaji. Sehingga kita bisa membuat perencanaan yang baik," tutupnya. (P3)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sumatera Utara

400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an

Sumatera Utara

Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital

Sumatera Utara

FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya

Sumatera Utara

Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga

Sumatera Utara

KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara

Sumatera Utara

TP PKK Medan Ajak Anak Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun