Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Dosen Unimed Bina Anak-anak Kampung Nelayan dalam Menciptakan Puisi

GY Simanjuntak MSi - Sabtu, 14 Oktober 2023 06:50 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2023/10/IMG-20231014-WA0018.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Dosen Unimed yang menyambangi Pondok Belajar Arnila yang berada di Kampung Nelayan Seberang dan foto bersama. (Dok/Humas Unimed)
Medan (buseronline.com) - Dosen Unimed menyambangi Pondok Belajar Arnila yang berada di Kampung Nelayan Seberang. Sejak Juni lalu, program yang mereka jalankan di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) telah terlaksana, yakni melakukan pendampingan karya sastra puisi berbasis ekologi kelautan.Kemudian, hari Jumat (13/10/2023), dosen ini membawa produk berupa buku antologi puisi karya anak-anak Kampung Nelayan Seberang dan publikasi karya digital berbasis blog. Untuk kemudian mereka serahkan kepada pengelola Pondok Belajar Arnila.Dr Muhammad Surip MSi selaku Kepala Humas Universitas Negeri Medan yang mengetuai program ini menjelaskan jika tim mereka telah melaksanakan pembinaan kepada anak-anak Kampung Nelayan dalam menciptakan puisi."Kita melihat adanya potensi dari anak-anak Kampung Nelayan dalam menciptakan maha karya. Di samping tempat tinggal mereka yang sangat minim akses pendidikan, kami berusaha hadir menjadi perpanjangan tangan mereka dalam bersastra," kata Dr Muhammad Surip MSi, di Medan, Sabtu (14/10/2023).Dijelaskan, jika Unimed memiliki misi menstimulus anak-anak Kampung Nelayan Seberang membuat puisi dengan latar belakang kelautan. Sebab, setiap harinya mereka dikelilingi aktivitas nelayan dan fenomena ekologi yang menarik."Laut selain dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pangan dan menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka, juga dapat dijadikan sebagai refleksi hidup. Semata untuk menunjukkan jika melalui puisi yang mereka angkat, dapat memberi manfaat bagi lingkungan yang mereka huni. Sebab, tidak sedikit anak-anak ini membuat puisi yang mengkampanyekan nilai-nilai lingkungan," lanjut M Surip."Semoga dengan adanya buku karya mereka sendiri ini, anak-anak di Kampung Nelayan semakin semangat belajar dan dapat memotivasi yang lain untuk berani berkarya," pungkasnya.Muhammad Anggie J Daulay SS MHum selaku dosen Unimed prodi Sastra Indonesia yang merupakan anggota tim pengabdian, mengatakan jika anak-anak Kampung Nelayan Seberang memiliki bakat yang terpendam."Bagaimana mereka menyusun kata-kata, memaksimalkan ide, dan merangkai persajakan cukup bagus. Nilai-nilai kehidupan yang mereka angkat juga sangat representatif. Benar-benar menggambarkan kondisi mereka di pesisir," ungkap M Anggie, yang juga aktif sebagai juri kegiatan sastra maupun seni pertunjukan di Sumatra Utara."Saya melihat adanya gejolak batin dari puisi-puisi mereka. Ada keresahan yang tersimpan di sana, ada pula ajakan untuk konservasi bakau agar dapat meredakan pasang laut. Hal ini yang sesungguhnya membuat saya takjub dengan mereka. Bahwa di samping akses pendidikan di kampung ini yang sulit, tapi mereka bisa membuat puisi dengan indah dan penuh pertimbangan," katanya.Anak Pondok Belajar Arnila bernama Sulis merasa senang telah didampingi dalam membuat puisi dan menciptakan buku. Mereka merasa bangga telah menciptakan buku karya sendiri."Menulis puisi itu asyik. Apalagi berhasil dibukukan. Ada rasa bangga sendiri bagi kami kalau menunjukkan karya sama orang tua. Pokoknya senang kali," ucap Sulis."Bukunya cantik. Kami juga bisa menceritakan apa yang terjadi di kampung kami. Seperti kampung kami yang sering pasang dan air sampai masuk rumah, atau bahkan ikan yang harganya murah," pungkas Salwa, anak-anak Kampung Nelayan Seberang yang lain. (P2)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sumatera Utara

Pemkab Taput Serahkan Bantuan Perabotan Huntap Tahap II untuk 33 KK Korban Bencana

Sumatera Utara

Sahroni Dukung Kortas Tipidkor Polri Usut Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Sumatera Utara

Prabowo Terima Kunjungan Thaksin Shinawatra di Kertanegara, Bahas Isu Strategis Global

Sumatera Utara

KPK dan Kementerian PU Perkuat Pencegahan Korupsi Proyek Konstruksi Daerah

Sumatera Utara

DPRD Kota Medan Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025

Sumatera Utara

Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya Geledah Delapan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU