Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

PLN UID Sumut Ajak Masyarakat Sadar Bahaya Listrik

Agie HT Bukit SH - Selasa, 08 Agustus 2023 15:37 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2023/08/IMG-20230808-WA0045.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
PLN melakukan sosialisasi peduli bahaya listrik kepada masyarakat secara rutin dilaksanakan oleh ULP di Sumut. (Dok/PLN)
Medan (buseronline.com) - PLN UID Sumut berkomitmen penuh dalam menerapkan budaya K3 di seluruh wilayah kerjanya. Komitmen ini dibuktikan dengan berbagai upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat akan bahaya listrik.General Manager PLN UID Sumut Awaluddin Hafid menyampaikan bahwa edukasi bahaya listrik harus terus menerus dilakukan agar kecelakaan di masyarakat umum khususnya akibat instalasi listrik dapat berkurang.“Kami (PLN) ingin masyarakat semakin memahami akan bahaya listrik agar tidak ada lagi kecelakaan maupun potensi kebakaran yang terjadi akibat instalasi listrik. Jika masyarakat Sumut mengalami kendala kelistrikan. Saat ini PLN telah menghadirkan fitur ListriQu pada aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur ini, kendala yang dihadapi akan diselesaikan oleh petugas yang bersertifikasi dan berpengalaman di bidang kelistrikan,” ungkapnya.Awaluddin menambahkan telah menginstruksikan kepada Team Leader (TL) di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) untuk terus melakukan patrol di wilayah kerjanya untuk mengingatkan bahaya listrik dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan stakeholder di unit masing-masing.Adapun beberapa aktivitas yang harus dihindari jika berada di sekitar jaringan listrik PLN yakni, hindari membangun atau memperbaiki bangunan di dekat jaringan listrik PLN, hindari menanam pohon mendekati jaringan listrik, hindari bermain layangan, hindari memasang antenna, bendera, spanduk dan baliho, hindari dan waspada mengoperasikan alat berat, hindari dan waspada menggunakan galah atau alat lainnya, hindari membakar sampah di bawah jaringan listrik, jangan memasuki tempat bertanda bahaya.Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari memperbesar ukuran pembatas Mini Circuit Breaker (MCB) di atas daya kontrak, termasuk mengganti atau tidak memasang pembatas (MCB), merusak segel untuk mempengaruhi pengukuran atau putaran kWh Meter.Aktivitas tersebut merupakan salah satu potensi yang sering terjadi di masyarakat. Untuk itu, PLN menghimbau masyarakat untuk selalu menggunakan listrik secara bijak dan tidak menggunakan listrik secara illegal agar terhindar dari resiko kebakaran.Selain itu, PLN juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif untuk melaporkan kondisi tidak aman dan berpotensi menimbulkan bahaya kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile.“Melalui aplikasi superapps PLN Mobile, masyarakat dapat melaporkan berbagai kondisi tidak aman yang dapat menimbulkan potensi bahaya listrik. Dengan sigap petugas PLN akan segera menindaklanjuti laporan tersebut,” kata Awaluddin.

Editor
: Agie HT Bukit SH
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sumatera Utara

Ekonomi Sumut Tumbuh 4,98 Persen pada Triwulan I 2026

Sumatera Utara

Wamendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuhnya Inovasi dan Kemandirian Siswa

Sumatera Utara

Lima Daerah di Jawa Tengah Jadi Pilot Project Program Indonesia Sadar Jamu Aman

Sumatera Utara

Arab Saudi Imbangi Senegal, Nicolas Jackson Digusur Kartu Merah

Sumatera Utara

Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi

Sumatera Utara

Venezuela Tekuk Irak 2-0 dalam Laga Uji Coba, Jadi Evaluasi Jelang Piala Dunia 2026