Pulau Sibandang di Danau Toba Tawarkan Wisata Alam, Budaya, dan Ketenangan

Administrator - Senin, 11 Mei 2026 14:16 WIB
Peserta Diklat PWI Bona Pasogit turut menikmati pesona Pulau Sibandang Kecamatan Muara Tapanuli Utara, Minggu (10/5/2026).

Muara (buseronline.com) - Pulau Sibandang mulai menunjukkan pesonanya sebagai destinasi wisata minat khusus di kawasan Danau Toba. Pulau yang berada di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara itu menawarkan perpaduan wisata alam, budaya Batak, sejarah kerajaan, hingga sport tourism yang dinilai berpotensi menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Pulau Sibandang secara administratif terbagi atas tiga desa, yakni Desa Sibandang, Desa Papande, dan Desa Sampuran. Kawasan ini dikenal masih asri dan jauh dari hiruk-pikuk pariwisata massal.

"Pulau Sibandang ini menjual ketenangan dan estetika alam," ujar pengelola Desa Wisata Kawasan Pulau Sibandang dari Kelompok Sadar Wisata Bersama Kawasan Pulau Sibandang, Switno Rajagukguk, Minggu (10/5/2026).

Salah satu destinasi unggulan di pulau tersebut adalah Puncak Natissuk yang berada di Desa Sibandang. Dari lokasi itu, wisatawan dapat menikmati panorama empat kabupaten di kawasan Danau Toba, yakni Kabupaten Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Samosir.

Selain panorama alam, pengunjung juga dapat melihat bentangan kaldera Danau Toba yang menjadi jejak letusan supervulkan purba terbesar di dunia.

"Dari sana kita bisa merasakan bahwa kita hidup di dalam kawah besar Gunung Toba," katanya.

Suasana tenang dengan hembusan angin pegunungan dan minim kebisingan kendaraan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin beristirahat dari padatnya aktivitas perkotaan.

Tak hanya menawarkan wisata alam, Pulau Sibandang juga menyimpan kekayaan sejarah dan budaya Batak. Di Desa Sibandang terdapat Rumah Bolon peninggalan kerajaan dengan ukiran gorga khas Batak yang sarat makna filosofis.

Di kawasan tersebut juga terdapat peninggalan pemerintahan kepala negeri pada masa masuknya Perang Padri ke Tapanuli serta benteng kerajaan bernama Sosor Silitong atau "parik ni huta" yang dikelilingi rumpun bambu dan pohon harimara.

"Dulu pola perkampungan Batak memang seperti itu. Ada rumah adat, bambu di sekeliling kampung, dan pohon harimara," jelas Switno.

Kekayaan budaya Pulau Sibandang juga terlihat melalui Tortor Huda-Huda di Desa Sampuran. Tarian tradisional khas pulau itu kini menjadi salah satu atraksi budaya yang dipersiapkan untuk menarik wisatawan.

Sementara itu, Desa Papande menawarkan wisata ekonomi kreatif berupa tenun ulos. Wisatawan dapat menyaksikan langsung proses pembuatan ulos mulai dari memintal benang, pewarnaan, hingga menenun.

"Ketika melihat langsung prosesnya, wisatawan akan tahu bahwa harga ulos itu sebenarnya sangat layak," ujarnya.

Pulau Sibandang kini juga mulai mengembangkan konsep geotrail atau jalur wisata minat khusus yang memadukan wisata alam, edukasi, dan aktivitas luar ruang.

Pengelola desa wisata turut menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti glamping di tepi Danau Toba, penyewaan kano, kayak, sepeda wisata, hingga paket dokumentasi drone dan kamera profesional.

Selain rekreasi, konsep wisata yang dikembangkan juga mengarah pada sport tourism melalui aktivitas bersepeda, trekking, dan mendayung kano di tepian danau.

Dengan perpaduan panorama alam, sejarah Batak, budaya yang masih hidup, serta suasana tenang yang autentik, Pulau Sibandang dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu destinasi unggulan di Sumatera Utara. (Galung)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Regional

PWI Sumut Gelar Family Gathering 2026 di Langkat

Regional

PWI Bona Pasogit Gelar Diklat AI dan ChatGPT untuk Tingkatkan Profesionalisme Wartawan

Regional

PWI Sumut Ajak Mitra dan Pengurus Tingkatkan Partisipasi Kurban 2026

Regional

PWI Bona Pasogit Gelar Diklat AI dan Eksplorasi Wisata Sibandang

Regional

PWI Sumut dan Kejatisu Gelar UKW pada Juni 2026, Prioritaskan Wartawan Hukum

Regional

Pencarian Frater Christopher Rustam di Danau Toba Resmi Dihentikan