Muara (buseronline.com) - Persatuan Wartawan Indonesia Bona Pasogit menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) peningkatan mutu jurnalistik dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan ChatGPT di Aula Hotel Libra Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu-Minggu (9-10 Mei 2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota PWI Bona Pasogit yang berasal dari empat kabupaten, yakni Toba, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Samosir.
Diklat mengusung tema "Transformasi Profesionalisme Jurnalis di Era Kecerdasan Buatan AI dan ChatGPT" dengan subtema "Pemanfaatan Kecerdasan Buatan AI dan ChatGPT dalam Tugas Jurnalis demi Pengembangan Destinasi Wisata Pulau Sibandang Muara Taput".
Acara diawali dengan doa pembuka yang dipimpin Penasehat PWI Bona Pasogit Bindu Hutagalung, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta dan tamu undangan.
Ketua PWI Bona Pasogit dalam sambutannya mengatakan perkembangan teknologi digital menuntut insan pers untuk terus meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, kehadiran AI dan ChatGPT harus dipandang sebagai peluang untuk mendukung kerja wartawan agar lebih cepat, efektif, dan profesional dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
"Teknologi AI bukan untuk menggantikan wartawan, tetapi menjadi alat bantu dalam meningkatkan kualitas pemberitaan, pengolahan data, serta pengembangan informasi yang lebih kreatif dan edukatif," ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah peningkatan sumber daya manusia bagi para jurnalis di wilayah Bona Pasogit, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung promosi potensi daerah, termasuk sektor pariwisata Pulau Sibandang.
Dalam kegiatan itu hadir narasumber Dr. Adli Abdilah Nababan dari BINUS University� yang memaparkan materi tentang pemanfaatan AI dan ChatGPT dalam dunia jurnalistik modern. Ia menjelaskan bahwa AI dapat membantu wartawan dalam proses pencarian data, penyusunan ide tulisan, pengolahan informasi, hingga pembuatan konten digital yang lebih menarik dan efisien.
Meski demikian, Adli mengingatkan agar penggunaan AI tetap dibarengi dengan verifikasi data dan tanggung jawab jurnalistik.
"Kecepatan teknologi harus tetap diimbangi dengan akurasi dan etika jurnalistik. Wartawan tetap memiliki peran utama dalam memastikan kebenaran informasi sebelum dipublikasikan," katanya.
Narasumber lainnya, Sasma Situmorang, turut menyampaikan materi terkait perkembangan media digital dan tantangan dunia pers di era transformasi teknologi. Para peserta juga mendapat kesempatan melakukan praktik langsung penggunaan AI dan ChatGPT untuk mendukung aktivitas jurnalistik sehari-hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Tapanuli Utara Henry Maraden Masista Sitompul, Wakapolres Tapanuli Utara Wirhan Arif, Kasdim 0210/TU AS Butarbutar, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tarutung Simon Ginting, Kepala Dinas Kominfo Tapanuli Utara Donna Nursiti Situmeang, Kepala Dinas Pariwisata Betty Sitorus, Camat Muara, Kasat Intel Polres Taput Daniel Marbun, serta seluruh anggota PWI Bona Pasogit.
Dalam sambutannya, Sekda Taput Henry Sitompul berharap peserta diklat dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya di sektor pariwisata.
"Untuk memberhasilkan pariwisata Taput bukan hanya tugas pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat. Di dalamnya, peran media sangat penting untuk memviralkan objek wisata yang dimiliki Taput," ujar Henry.
Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, insan pers di kawasan Bona Pasogit diharapkan semakin siap menghadapi tantangan dunia jurnalistik modern serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif untuk mendukung pembangunan daerah dan promosi potensi wisata di Kabupaten Tapanuli Utara. (Galung)