Medan (buseronline.com) - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya pelatihan vokasi sebagai langkah konkret dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Penegasan tersebut disampaikan saat ia meninjau pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Medan, Selasa.
Menurut Yassierli, pelatihan vokasi menjadi instrumen strategis bagi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang siap kerja.
"Inilah langkah konkret bagaimana Kemnaker dapat menyiapkan tenaga kerja melalui pelatihan vokasi," ujarnya.
Pelaksanaan PVN 2026 Batch I di BBPVP Medan mencakup 10 program pelatihan dari delapan kejuruan, di antaranya teknisi AC, practical office, barista, kitchen management, housekeeping management, surveyor, operator forklift, las 6G, instalasi tenaga listrik, serta menjahit.
Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga para peserta diharapkan memiliki keterampilan yang relevan dan siap memasuki pasar kerja usai pelatihan.
Selain itu, Yassierli meminta seluruh balai pelatihan di bawah Kemnaker untuk terus memperluas akses pelatihan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam meningkatkan jumlah peserta.
Ia juga mendorong pengelola balai pelatihan untuk aktif menjalin kemitraan dengan dunia industri guna mendukung keberlanjutan program.
"Kalau dana kita terbatas, saya minta kepada kepala balai agar menjalin kerja sama dengan industri. Dari situlah nanti kita bisa menyuplai tenaga kerja yang memiliki kompetensi vokasi sesuai kebutuhan industri," katanya.
Lebih lanjut, Yassierli menyebutkan target peserta PVN pada 2026 mencapai 70 ribu orang. Pada Batch I, jumlah peserta tercatat sebanyak 10.405 orang yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.
Ia berharap, melalui program ini, pelatihan vokasi tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas serta mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri. (P3)