Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Pakar Khawatirkan Covid-19 Varian Pirola, Bisa Secepat Ini Menularnya

EM Bukit MKes - Minggu, 03 September 2023 12:21 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2023/09/IMG-20230903-WA0021.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Ilustrasi Corona.
Jakarta (buseronline.com) - Dunia kembali digegerkan dengan munculnya varian baru Covid-19 bernama Pirola atau BA.2.86.Pasalnya, varian ini memiliki jumlah mutasi paling banyak dibandingkan varian-varian corona lainnya, yakni sebanyak 35 mutasi.Di samping tingkat penularannya, sejumlah ahli juga menyoroti risiko varian corona baru ini memiliki kemampuan yang besar untuk kabur dari perlindungan vaksin Covid-19 maupun infeksi virus corona secara alamiah.Juga disebut sebagai BA.2.86, Pirola adalah varian virus corona jenis Omicron yang sangat bermutasi, yang muncul pada tahun 2021 dan menyebabkan lonjakan kasus dan kematian akibat Covid-19.Hal ini juga berkaitan dengan risiko terjadinya lagi gelombang Covid-19, akibat varian Pirola."Ketika Omicron menyerang pada musim dingin tahun 2021, terjadi peningkatan besar dalam kasus Covid-19 karena sangat berbeda dari varian Delta, dan ia menghindari kekebalan baik dari infeksi alami maupun vaksinasi," dikutip dari berita kesehatan Kemenkes RI."Jumlah mutasi yang begitu tinggi sungguh luar biasa. Saat XBB.1.5 beralih ke EG.5, mungkin ada satu atau dua mutasi. Namun pergeseran besar-besaran ini, yang juga kita lihat dari Delta ke Omicron, sangat mengkhawatirkan," ujar dokter ahli penyakit dalam Scott Roberts.Sembari ia menambahkan, sampai saat ini belum ada informasi pasti perihal dampak dari varian Pirola. Namun, penelitian tengah berlangsung.Diambil dari sumber majalah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), varian Pirola awalnya terdeteksi di Israel dan kemudian diidentifikasi di Kanada, Denmark, Inggris, Afrika Selatan, Swedia, Norwegia, Swiss, dan Thailand.Namun, CDC belum membeberkan tingkat keparahan gejala yang muncul pada pasien Covid-19 dengan infeksi varian Pirola."Masih terlalu dini untuk mengetahui apakah varian ini dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varian sebelumnya," ungkap CDC.CDC memantau dengan cermat tingkat rawat inap untuk mengidentifikasi potensi sinyal awal bahwa varian BA.2.86 menyebabkan penyakit yang lebih parah. (R3)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Regional

BKPDM Perbarui Capaian Pembelajaran Agama dan Budi Pekerti

Regional

Pemkab Taput Kukuhkan Kampung Siaga Bencana Saoloan di Adian Koting

Regional

Prabowo: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi dan Solusi bagi Kemajuan Bangsa

Regional

Prabowo: Teknologi Harus Jadi Solusi Percepat Penyelesaian Masalah Bangsa

Regional

Nawal Arafah Yasin Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga Lewat Edukasi Kesehatan Reproduksi

Regional

KPK Perkuat Kampanye Antikorupsi Lewat Storytelling dan Desain Visual