Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kenangan Masa Kecil Sava di Sepak Bola

Nicolas Simanjuntak - Senin, 10 Juli 2023 09:35 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2023/07/IMG-20230710-WA0037.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Armelia Nur Sava Zada. (Dok/PSSI)
Palembang (buseronline.com) - Masih segar diingatan kita, bagaimana sepakan keras pemain sepak bola wanita bernama kecil Sava, melesat deras tak terbendung saat Indonesia kontra Laos di AFF U-19 Women s Championship 2023 di Palembang, Jumat (7/7/2023). Di laga itu, Indonesia menang dengan skor 4-1.Sava yang memiliki nama lengkap Armelia Nur Sava Zada ini, berusia 15 tahun, lahir tanggal 6 Juni 2007, dan tinggal di Bebekan, Sidoarjo. Dia bersekolah di SMAN Colomadu. Dirinya adalah MU salah satu pemain berpotensi hebat lainnya di tim yang diasuh Rudy Eka Priyambada."Awal mula saya menyukai sepakbola kan main-main iseng-iseng sama mas (panggilan kakak dalam bahasa Jawa). Terus senangnya itu pas main itu cetak gol, jadi kayak ada rasa ingin lagi terus menerus. Akhirnya didaftarkan sama Ayah dan Bunda, di SSB terdekat, daerah Surabaya," kata Sava mengawali ceritanya."Lama kelamaan kan jadi bisa tuh main bola, Ayah sama Bunda mencari SSB khusus wanita, tapi tak ketemu, jadi disuruh latihan terus saja dengan yang laki-laki, setelah itu, dapat SSB wanita, sempat ikut Persebaya beberapa bulan, sebelumnya ikut Arema tiga bulan, dari Persebaya, lalu pindah ke Persis," lanjutnya.Bercerita mengenai kesulitan dalam bermain sepakbola, Sava mengatakan dukanya adalah saat terkena cedera, "Terus tidak bisa bermain, kalau kita sudah main, lolos ke semifinal, tapi kita kalah, jadi tak lolos ke final. Kesulitan lain adalah ketika hendak membeli sepatu, namun uangnya belum ada, jadi pakai sepatu yang rusak-rusak gitu, pakai terus saja. Kemudian saat pindah ke klub baru, jadi harus adaptasi lagi," ceritanya.Adapun hal lain yang membuat gadis belia nan ceria ini, teringat masa sulitnya dalam bermain sepakbola adalah ketika harus menempuh jarak yang cukup jauh antara rumahnya dan SSBnya."Kadang saya harus menempuhnya dengan berjalan kaki, selama 10 hingga 15 menit. Kadang kalau ada sepeda, ya pakai sepeda. Tapi seringnya sih jalan kaki," tuturnya sambil tersenyum.Cukup sudah mengingat cerita dukanya, kini bahasan mengalir ke suka dan kegembiraan Sava, yaitu saat dirinya mencetak gol debut dalam tim U-19 wanita Indonesia.Ya, pemilik nomor punggung 16 itu mencetak gol melalui tendangan jarak jauh, sekaligus menjadi titik balik kemenangan tim Garuda Pertiwi Muda saat melawan Laos. Sebab sebelumnya, Indonesia kemasukan gol lebih dahulu."Itu adalah gol pertama saya di timnas, saya tak menyangka akan berbuah gol. Saya menyangkanya, tendangan itu dapat ditepis kiper, lalu bola muntahannya disambut rekan satu tim, tapi ternyata tendangan saya itu gol. Itu pun sempat mengenai musuh, jadi gol," ungkapnya.Di akhir cerita, dia memiliki harapan tinggi kepada Indonesia di kejuaraan tahun ini. "Semoga bisa membanggakan semua rakyat Indonesia, dan bisa Juara. Orang tua juga selalu mendukung dan mendoakan," tutupnya.

Editor
: Nicolas Simanjuntak
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Regional

Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting

Regional

Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan

Regional

998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung

Regional

BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG

Regional

PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting

Regional

Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase