Prabowo Minta BRIN Percepat Riset Karhutla, Energi Alternatif, dan Vaksin Malaria

Administrator - Kamis, 29 Oktober 2026 20:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menerima Kepala BRIN Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta.

Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pengembangan riset strategis agar hasilnya dapat segera dimanfaatkan untuk menjawab berbagai persoalan nasional, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), energi alternatif, pengembangan vaksin, hingga penanganan sampah.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menerima Kepala BRIN Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Arif melaporkan perkembangan sejumlah program penelitian dan inovasi yang tengah dikembangkan BRIN.

Arif mengatakan, Presiden terus memantau penanganan karhutla dan menekankan pentingnya riset untuk mendukung upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

"Bapak Presiden terus memantau karhutla dan terus menekankan betapa hasil riset untuk memecahkan masalah karhutla baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang ini harus dilakukan," ujar Arif.

Dalam penanganan karhutla, BRIN telah bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta TNI Angkatan Udara melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), termasuk operasi menggunakan dry ice.

Selain langkah penanganan langsung, BRIN mengembangkan riset jangka panjang melalui pemodelan perambatan api untuk membantu mengantisipasi penyebaran kebakaran di masa mendatang.

Presiden juga menaruh perhatian pada pengembangan energi alternatif berbasis limbah kelapa sawit. Menurut Arif, limbah cair pengolahan sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) dan tandan kosong sawit berpotensi dikonversi menjadi listrik dengan kapasitas sekitar 3,9 gigawatt.

Pemanfaatan limbah sawit tersebut juga berpotensi menghasilkan biogas yang dapat diolah menjadi bahan bakar gas tabung, sehingga membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG. "Dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tabung, saya kira ini akan menjadi salah satu solusi energi kita ke depan," kata Arif.

Di sektor kesehatan, BRIN tengah mengembangkan empat kandidat vaksin malaria. Presiden Prabowo meminta proses penelitian dipercepat dengan harapan pengembangannya dapat selesai tiga tahun lebih cepat dari jadwal semula.

Arif menyebutkan, dukungan Presiden diharapkan dapat mempercepat riset sekaligus mendorong pengembangan produksi vaksin malaria. Penelitian ini juga berpotensi memberikan kontribusi bagi dunia, terutama dalam penanganan parasit malaria seperti Plasmodium vivax.

Selain vaksin, BRIN mengembangkan 19 kandidat obat herbal yang diarahkan untuk memenuhi persyaratan sebagai fitofarmaka. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian obat nasional melalui pemanfaatan bahan alam yang didukung bukti ilmiah.

Sementara itu, dalam penanganan sampah, Presiden Prabowo mendorong agar teknologi hasil riset segera diterapkan di tingkat rumah tangga dan desa.

Arif mengatakan, BRIN akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk melibatkan perguruan tinggi dalam membantu penanganan sampah di berbagai daerah.

Menurutnya, BRIN bertugas mengembangkan penelitian dan prototipe teknologi. Karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektor agar hasil inovasi tersebut dapat diproduksi, diterapkan, dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Penerapan teknologi pengolahan sampah itu diharapkan turut mendukung gerakan ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Melalui percepatan berbagai riset strategis tersebut, pemerintah mendorong agar inovasi nasional tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan, ketahanan energi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. (DKI1)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Regional

Pemerintah Tingkatkan Program Bedah Rumah Menjadi 400 Ribu Unit pada 2026

Regional

Prabowo Terima Gubernur URI di Hambalang, Bahas Magang 384 Calon Pemimpin Masa Depan

Regional

Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Petani dan Nelayan Jadi Sasaran

Regional

Prabowo Pimpin Sidang Kabinet, Tekankan Ketahanan Nasional dan Usut Tuntas Karhutla

Regional

Prabowo Terima Sekjen PBB António Guterres di Hambalang, Bahas Perdamaian Dunia dan Palestina

Regional

Wamen Kabinet Merah Putih Berkomitmen Perkuat Program Strategis Pemerintah