Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Jokowi Pastikan 20 WNI Korban TPPO di Myanmar Segera Dievakuasi

Agie HT Bukit SH - Jumat, 05 Mei 2023 08:32 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2023/03/pres-jkw.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Presiden RI Jokowi.
Jakarta (buseronline.com) - Presiden RI Ir H Joko Widodo menyampaikan Kementerian Luar Negeri RI sudah berkomunikasi dengan otoritas Myanmar agar 20 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) segera dipulangkan.Presiden Jokowi mengatakan para WNI itu tertipu dibawa ke daerah konflik."Kementerian Luar Negeri sedang berkomunikasi dengan Myanmar agar WNI kita yang ada di sana bisa dipulangkan. Ini kan penipuan, dibawa ke tempat yang tidak diinginkan mereka," ujar Presiden Jokowi di Sarinah, Jakarta Pusat.Presiden Jokowi mengatakan langkah-langkah evakuasi sudah diupayakan Menlu RI Retno LP Marsudi. Presiden Jokowi berharap para WNI itu segera pulang ke Tanah Air.Sebelumnya, Bareskrim Polri menyebut 20 WNI yang menjadi korban TPPO dikirim ke Myanmar secara ilegal. Sebab, mereka tidak terdata dalam lalu lintas Myanmar."Sebanyak 20 WNI tersebut tidak tercatat dalam lalu lintas imigrasi Myanmar. Sehingga diduga masuk Myanmar secara ilegal," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro dalam keterangannya di Jakarta.Untuk diketahui, dalam mengusut kasus ini, Bareskrim telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI. Dir Tipidum Bareskrim menyatakan para korban berada di wilayah daerah konflik."Mereka dideteksi berada di Myawaddy, daerah konflik bersenjata antara militer Myanmar (Tat Ma Daw) dengan pemberontak Karen," ujar Brigjen Djuhandani.Karena itu, pemerintah Myanmar belum dapat menindaklanjuti pengaduan dari pemerintah Indonesia melalui KBRI Yangon."Otoritas Myanmar tidak dapat memasuki wilayah Myawaddy karena lokasi tersebut dikuasai oleh pemberontak," jelas Dir Tipidum Bareskrim Polri tersebut.Kendati begitu, Brigjen Djuhandani menyatakan pemerintah RI masih terus berkoordinasi guna membantu para WNI.“Kemlu telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari cara agar dapat membantu para WNI tersebut," ungkapnya.Di antaranya sudah berkoordinasi dengan Regional Support Office Bali Process di Bangkok; berkoordinasi dengan IOM; berkoordinasi dengan International Justice Mission (IJM).

Editor
: Agie HT Bukit SH
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Regional

BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG

Regional

PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting

Regional

Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase

Regional

Forsan Jateng Siapkan Program Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Regional

161 Tim Mahasiswa Ramaikan Lomba Artikel Populer Program Pemprov Jateng

Regional

Sekolah Kartini Berdaya Dorong Perempuan Muda Melek Digital dan Hukum