Sipoholon (buseronline.com) - Bupati Tapanuli Utara (Taput), Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menghadiri pembukaan Sinode Godang ke-68 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Kompleks Seminarium Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (6/10/2026).
Sinode Godang ke-68 merupakan perhelatan tertinggi dalam kehidupan organisasi HKBP. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, 5-8 Oktober 2026, dan dibuka secara resmi oleh Ephorus HKBP, Pdt Dr Victor Tinambunan MST.
Dalam sambutannya, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mewakili pemerintah daerah se-Tapanuli Raya menyampaikan rasa bangga dan kehormatan atas dipilihnya kembali Bona Pasogit, khususnya Tapanuli Utara, sebagai tempat pelaksanaan agenda penting HKBP.
"Kami atas nama pemerintah kawasan Tapanuli Raya merasa sangat senang dan bangga karena HKBP dapat melaksanakan Sinode Godang ke-68 di Bona Pasogit, Tapanuli Utara. Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta sinode," ujar Jonius.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama pemerintah daerah se-Tapanuli Raya siap memberikan dukungan terhadap keputusan maupun program kerja yang dihasilkan dalam Sinode Godang ke-68.
Menurutnya, gereja dan pemerintah memiliki tanggung jawab moral yang sejalan dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, sinergi antara kedua pihak dinilai penting, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia.
"Pemerintah sangat mendukung apa yang menjadi hasil dari sinode ini. Harapan kami, pemerintah dan gereja dapat terus memperkuat kolaborasi, khususnya dalam membangun kualitas sumber daya manusia demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Jonius berharap pelaksanaan Sinode Godang ke-68 tidak hanya memberikan dampak positif bagi pembinaan kehidupan jemaat HKBP, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pembangunan sosial dan kemajuan masyarakat di kawasan Tapanuli Raya.
"Kami yakin Sinode Godang ini akan membawa kebaikan dan keberkahan bagi gereja kita tercinta. Horas," ucapnya.
Sinode Godang ke-68 HKBP diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan gereja, menyusun arah dan program kerja ke depan, sekaligus mempererat kolaborasi antara gereja dan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (Galung)