Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta.
Usai pengangkatan, sejumlah anggota Wantimpres menyampaikan pandangan terkait amanah dan tugas mereka dalam memberikan saran serta pertimbangan kepada Presiden.
Ketua Wantimpres Pratikno mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut komposisi Wantimpres kali ini diisi tokoh nasional dengan latar belakang agama, profesi, pengetahuan, dan pengalaman yang beragam.
"Sebagaimana Anda ketahui bahwa anggota-anggota Wantimpres yang baru ini adalah tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang, dari berbagai agama, dari berbagai profesi yang sudah berpengalaman membaktikan diri pada negeri kita tercinta," ujar Pratikno kepada wartawan seusai pelantikan.
Menurut Pratikno, keberagaman tersebut menjadi modal penting bagi Wantimpres dalam menjalankan tugas memberikan saran, masukan, dan pertimbangan kepada Presiden sesuai mandat undang-undang.
"Jadi dengan kekayaan pengetahuan, pengalaman yang luar biasa dari para anggota Dewan Pertimbangan Presiden, kami yakin kami bisa memberikan saran, masukan, pertimbangan sebagaimana dimandatkan oleh undang-undang. Jadi tugas kami memang khusus dengan satu beneficiary, yaitu Bapak Presiden," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa mengatakan pihaknya akan berupaya memberikan masukan berkualitas kepada Presiden Prabowo dengan menggabungkan berbagai perspektif dan pengetahuan yang dimiliki para anggota.
Hatta juga menegaskan bahwa nasihat dan pertimbangan yang diberikan Wantimpres kepada Presiden bersifat rahasia sebagaimana diatur dalam undang-undang.
"Tugas kami adalah mensukseskan Bapak Presiden dengan memberikan masukan-masukan yang berkualitas dari berbagai macam aspek yang kami kumpulkan, dan dari berbagai macam pengetahuan yang telah kami miliki," kata Hatta.
Ia menambahkan, masyarakat tidak dapat meminta Wantimpres mengungkapkan isi nasihat yang disampaikan kepada Presiden karena terdapat ketentuan hukum yang mengatur kerahasiaan tersebut.
Anggota Wantimpres Rocky Gerung mengungkapkan pesan Presiden Prabowo terkait posisi dan tanggung jawab Wantimpres.
Menurut Rocky, Prabowo menekankan bahwa Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis. Karena itu, para anggota diharapkan mampu melihat dampak suatu kebijakan sekaligus memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan agar selaras dengan visi Presiden.
Rocky mengatakan Wantimpres tidak hanya bertugas merespons persoalan konkret sehari-hari. Menurutnya, diperlukan proses kontemplasi dan evaluasi untuk melihat persoalan secara lebih luas, termasuk dalam membaca masa depan bangsa.
"Semacam oversight committee, dalam perusahaan namanya oversight committee. Tapi karena ini perusahaan publik, maka keahlian diperlukan, ketajaman naluri harus diandalkan, dan yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan, dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri," ujar Rocky.
Anggota Wantimpres Budi Tanuwibowo mengaku terkejut sekaligus terharu atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Budi mengatakan dirinya baru mengetahui penunjukan tersebut pada Jumat pagi melalui telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Bagi Budi, penunjukan tersebut juga memiliki makna tersendiri karena dirinya merupakan bagian dari komunitas Konghucu di Indonesia.
"Saya tentu sangat terharu karena sebagai bagian yang jumlahnya paling kecil tapi mendapat perhatian yang sama," ujar Budi.
Ia menilai keberagaman komposisi Wantimpres merupakan cerminan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Budi berharap kebersamaan dan kerukunan masyarakat dapat terus menjadi kekuatan bagi Indonesia untuk berkembang dan melangkah maju.
"Dengan kejadian hari ini, peristiwa hari ini saya merasa negeri ini benar-benar sudah memegang teguh salah satu pilarnya, semboyannya Bhinneka Tunggal Ika. Mudah-mudahan dengan kebersamaan yang semakin utuh, semakin kokoh, Indonesia yang kita cintai ini, yang kita tahu semua potensinya begitu besar, ditambah kerukunan dan kesigapan rakyatnya. Saya yakin Indonesia akan maju ke depan. Entah kapan, tergantung dari kebersamaan dan tekad keras kita," ucap Budi. (DKI1)