Balige (buseronline.com) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Toba terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Kepala Diskominfo Toba, Tumpal Panjaitan, sejumlah program mulai dijalankan, salah satunya penerapan tertib administrasi berbasis digital melalui kerja sama dengan IT Del Laguboti di sejumlah desa binaan, termasuk Desa Simanobak.
Selain itu, Diskominfo Toba kini mendorong penguatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai mitra pemerintah sekaligus penghubung informasi di tengah masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat KIM yang digelar di Ruang Rapat Diskominfo Kabupaten Toba, Senin (7/9/2026). Rapat dihadiri para camat atau perwakilan camat se-Kabupaten Toba bersama sejumlah staf.
Kepala Diskominfo Kabupaten Toba, Tumpal Panjaitan, menegaskan KIM tidak boleh hanya sekadar dibentuk dan memiliki kepengurusan, tetapi harus mampu menjalankan fungsi nyata dalam bidang informasi dan komunikasi.
"KIM diharapkan tidak hanya menjadi sebuah nama atau sekadar memiliki kepengurusan. Kita ingin KIM benar-benar menjadi mitra pemerintah di tengah masyarakat dalam bidang informasi dan komunikasi," ujar Tumpal.
Ia menjelaskan, KIM dapat berperan sebagai jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Informasi mengenai program pemerintah, pelayanan publik, pembangunan, kegiatan masyarakat hingga berbagai kebijakan dapat disampaikan melalui KIM secara lebih dekat dan mudah dipahami.
Sebaliknya, masyarakat juga dapat memanfaatkan KIM sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, potensi maupun berbagai persoalan yang dihadapi kepada pemerintah.
Tumpal meminta para camat agar segera menindaklanjuti penguatan KIM di wilayah masing-masing dengan melakukan koordinasi dan mendorong pembentukan KIM. Para camat juga diharapkan dapat mengidentifikasi masyarakat yang memiliki kemampuan serta kemauan dalam bidang informasi dan komunikasi.
"Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Toba siap memberikan pendampingan, pembinaan, serta penguatan kapasitas KIM agar kelompok yang terbentuk dapat aktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Toba, Rikardo Simamora, mengatakan pembentukan KIM sangat berkaitan dengan kebutuhan komunikasi dan informasi masyarakat.
Menurut Rikardo, keberadaan KIM diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memperoleh, mengelola dan menyampaikan informasi.
"Pembentukan kelompok informasi masyarakat sangat erat kaitannya dengan komunikasi dan informasi masyarakat. Diharapkan melalui KIM ini nanti kita bisa lebih aktif lagi dalam keterbukaan informasi, baik di pemerintahan maupun masyarakat," ujarnya.
Diskominfo Toba berharap KIM dapat terbentuk di setiap wilayah kecamatan. Dengan demikian, komunikasi publik antara pemerintah dan masyarakat dapat semakin kuat, keterbukaan informasi meningkat, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah semakin berkembang. (Galung)