Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah langkah besar dalam transformasi Indonesia, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan.
Pemerintah akan merenovasi 10 ribu pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), memperkuat lebih dari 440 rumah sakit umum daerah (RSUD), serta menuntaskan renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya, dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.
"Hari ini saya akan menggunakan kesempatan berbicara di ruang terhormat ini untuk menyampaikan beberapa langkah besar yang akan menjadi tahap berikutnya dari transformasi Indonesia," ujar Prabowo.
Di bidang kesehatan, Prabowo menegaskan puskesmas harus menjadi benteng pertama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Mulai 2027, pemerintah akan merenovasi 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia dengan alokasi perbaikan sekitar Rp4 miliar untuk setiap puskesmas.
Perhatian lebih besar akan diberikan kepada puskesmas yang berada di wilayah terluar, terpencil dan tertinggal. Pemerintah juga akan merenovasi serta meningkatkan 514 laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota.
"Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup," tegasnya.
Untuk menjangkau masyarakat di daerah dengan akses sulit, pemerintah juga mendorong penggunaan ambulans udara berupa helikopter maupun pesawat kecil. Pemerintah bahkan mempertimbangkan tim dokter terbang agar tenaga medis dapat langsung mendatangi masyarakat yang mengalami kondisi kritis maupun wilayah terdampak bencana.
"Kalau perlu, dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana," kata Prabowo.
Selain memperkuat layanan kesehatan primer, pemerintah akan meningkatkan lebih dari 440 RSUD agar setiap kabupaten dan kota memiliki rumah sakit dengan kemampuan pelayanan modern.
Penguatan tersebut terutama ditujukan untuk menangani penyakit dengan angka kematian tinggi, seperti kanker, penyakit jantung, stroke dan ginjal, serta meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Sebagai langkah awal, pemerintah telah membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan dan terluar. Dari jumlah tersebut, 20 rumah sakit disebut telah beroperasi.
"Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar," ujar Prabowo.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mengatasi kekurangan tenaga medis. Indonesia masih membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi dan 55.712 dokter spesialis di 481 kabupaten dan kota.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis. "Kita tidak boleh berpikir normatif, kita harus berani berpikir inovatif," tegas Prabowo.
Sementara itu, di sektor pendidikan, pemerintah menargetkan seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan dapat direnovasi paling lambat pada 2029.
Program renovasi akan dipercepat pada 2027 dan 2028 agar tidak ada lagi siswa yang belajar di ruang kelas dengan atap bocor, dinding retak, toilet rusak maupun bangunan yang membahayakan keselamatan.
"Ini adalah program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah kita. Kita harus berani memasang target yang tinggi. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh. Tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun," ungkap Prabowo.
Selain memperbaiki infrastruktur, pemerintah akan memperluas penggunaan layar pintar interaktif atau interactive flat panel (IFP) di ruang kelas dan mengembangkan pembelajaran jarak jauh.
Prabowo menargetkan pada akhir 2026 setiap sekolah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi IFP. Teknologi tersebut diharapkan dapat membuka akses siswa di berbagai daerah terhadap guru-guru terbaik.
Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperjuangkan agar pendidikan di seluruh sekolah negeri dapat diakses tanpa pungutan biaya.
"Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia. Bagi mereka yang punya kemampuan silakan ke sekolah-sekolah swasta yang hebat. Tapi untuk pemerintah kita harus perjuangkan anak-anak kita bisa sekolah dengan gratis," tutup Prabowo.
Program tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan masyarakat di seluruh Indonesia memperoleh akses kesehatan dan pendidikan yang lebih merata. (DKI1)