Ijtima Ulama Indonesia Serahkan Kesepakatan Strategis kepada Presiden Prabowo pada Harlah PKB ke-28

Administrator - Sabtu, 25 Juli 2026 21:01 WIB
Ijtima Ulama Indonesia menyerahkan dokumen Kesepakatan Ijtima Ulama kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian peringatan Harlah PKB ke-28 yang digelar di JICC, Jakarta, Sabtu.

Jakarta (buseronline.com) - Ijtima Ulama Indonesia menyerahkan dokumen Kesepakatan Ijtima Ulama kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu.

Penyerahan dokumen tersebut menjadi bagian dari penguatan arah moral dan kebangsaan dalam mengawal perjalanan bangsa. Kesepakatan yang berisi sejumlah rekomendasi strategis itu dibacakan oleh KH Muhidin Almanafi di hadapan Presiden Prabowo, jajaran Kabinet Merah Putih, para ulama, tokoh agama, serta ribuan kader PKB yang menghadiri peringatan bertema "Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi."

Dalam pembukaannya, Ijtima Ulama Indonesia menyatakan telah mencermati dinamika nasional, perubahan tatanan dunia, serta arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan cita-cita para pendiri bangsa, para ulama menyampaikan rekomendasi untuk memperkuat perjalanan bangsa.

Rekomendasi tersebut memuat tiga poin utama, yakni memperkuat negara untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera melalui dukungan terhadap langkah-langkah strategis pemerintah; memastikan negara yang kuat tetap berjalan dalam koridor konstitusi, keadilan, dan tata kelola pemerintahan yang baik; serta meneguhkan komitmen ulama untuk terus memperkuat Nahdlatul Ulama, umat, bangsa, dan negara.

"Ijtima Ulama mendukung langkah-langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan bangsa, membangun kemandirian ekonomi, mempercepat industrialisasi dan hilirisasi, mewujudkan ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengembalikan arah pembangunan nasional pada amanat Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945 demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ujar KH Muhidin Almanafi saat membacakan rekomendasi.

Selain menyatakan dukungan terhadap program pembangunan nasional, Ijtima Ulama Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan melalui peran moral dan keagamaan yang konstruktif.

"Kami meyakini, semakin sehat dan kuat Nahdlatul Ulama, semakin besar kontribusinya bagi umat, semakin kokoh persatuan bangsa, dan semakin efektif negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat," kata KH Muhidin Almanafi.

Usai pembacaan, KH Muhidin Almanafi menyerahkan langsung dokumen Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto. Penyerahan tersebut menjadi simbol sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus mengawal pembangunan nasional agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan cita-cita konstitusi. (DKI1)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Regional

Pemerintah Targetkan Produksi E20 dalam Dua Tahun, Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu

Regional

Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel

Regional

Prabowo Instruksikan TNI AL Cari Lima Jurnalis yang Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Regional

Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kedewasaan Demokrasi

Regional

Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Bahas Penguatan Kemitraan Strategis

Regional

Prabowo Bahas Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN di Hambalang