Kabanjahe (buseronline.com) - Panitia Hari-hari Besar (PHHB) GBKP Setia Budi Medan mengunjungi Yayasan Kesejahteraan Penyandang Disabilitas Gereja Batak Karo Protestan (YKPD GBKP) Alpha Omega Kabanjahe, Rabu (27/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyapa sekaligus menghibur anak-anak penyandang disabilitas yang diasuh di yayasan tersebut. Suasana penuh sukacita terlihat saat rombongan PHHB GBKP Setia Budi Medan bernyanyi dan menari bersama anak-anak.
Selain berbagi kebahagiaan, rombongan juga membawa buah tangan sebagai bentuk perhatian dan kasih kepada anak-anak disabilitas di yayasan tersebut.
Ketua PHHB GBKP Setia Budi Medan Pilemon Ginting mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kasih untuk menghadirkan sukacita bagi sesama, khususnya anak-anak penyandang disabilitas.
"Kehadiran kami ingin berbagi kasih dan memberikan semangat kepada anak-anak di sini. Kami berharap mereka tetap sukacita dan terus merasa diperhatikan," ujarnya.
Sementara itu, Pendeta GBKP Setia Budi Medan, Pdt Dicky A Bangun menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki nilai yang sama di hadapan Tuhan dan patut mendapatkan kasih serta perhatian.
"Anak-anak di sini adalah pribadi-pribadi istimewa yang memiliki potensi luar biasa. Kehadiran kita menjadi bentuk nyata kasih Tuhan bagi sesama," katanya.
Direktur YKPD GBKP Alpha Omega Kabanjahe Pdt Monalisa br Ginting mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari PHHB GBKP Setia Budi Medan.
Ia menjelaskan, pihak yayasan terus berupaya mengasuh dan menggali potensi anak-anak sesuai dengan kondisi masing-masing.
"Kami mengasuh mereka berdasarkan kondisinya dan menggali potensi intelektual mereka. Ada yang mampu membuat kerajinan tangan, bermain musik, berternak dan kemampuan lainnya," ujarnya.
Menurutnya, masih ada stigma di masyarakat yang menganggap penyandang disabilitas intelektual tidak mampu melakukan apa pun. Padahal, setiap anak memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan.
"Kami yakin di balik kekurangan mereka, ada sisi luar biasa yang dimiliki. Kami miris masih ada yang menganggap mereka tidak bisa melakukan apa pun lagi," katanya.
Saat ini, YKPD GBKP Alpha Omega Kabanjahe mengasuh sekitar 86 anak dengan rentang usia 8 hingga 50 tahun yang mengalami disabilitas intelektual. (P3)