Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) memastikan seluruh siswa dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses pendidikan pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan pemerintah telah menyiapkan dukungan pembiayaan bagi warga miskin yang masuk kategori desil 1, 2, dan 3.
"Kalau mereka sekolah di swasta, kita biayai. Kalau di negeri, kita gratiskan," ujar Purwanto saat Kick Off SPMB Jawa Barat SMA, SMK, dan SLB di Kompleks Olahraga Arcamanik, Bandung, Senin.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya mencakup biaya pendidikan, tetapi juga kebutuhan personal siswa seperti seragam, sepatu, hingga perlengkapan sekolah lainnya. "Biaya personal seperti sepatu, seragam, dan kebutuhan lainnya juga dibantu pemerintah," katanya dilansir dari laman
Jabarprov.
Purwanto menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov Jawa Barat agar tidak ada anak yang putus sekolah karena kendala ekonomi.
"Tidak boleh ada anak miskin di Provinsi Jawa Barat yang tidak sekolah. Mereka harus tetap sekolah, baik di negeri maupun swasta," tegasnya.
Selain itu, Disdik Jabar juga akan mengoptimalkan daya tampung sekolah negeri dan swasta agar seluruh lulusan SMP atau sederajat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. "Kita akan optimalkan daya tampung yang ada baik di negeri maupun swasta," ujarnya.
Untuk daerah yang belum memiliki akses sekolah negeri memadai, pemerintah menyiapkan sekolah penyangga dengan kapasitas kelas yang disesuaikan kebutuhan di lapangan.
"Sekolah penyangga ini kelasnya bisa lebih dari 36 sampai 40 siswa karena di wilayah tersebut tidak ada sekolah negeri atau lokasinya jauh," kata Purwanto.
Kick Off
SPMB 2026 menjadi awal sosialisasi kepada masyarakat terkait tahapan pelaksanaan penerimaan murid baru, termasuk upaya pemerintah dalam memastikan layanan pendidikan dapat diakses seluruh siswa di Jawa Barat. (R)