Pati (buseronline.com) - Plt Bupati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa penguatan literasi digital tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga, khususnya melalui peran seorang ibu.
Hal itu disampaikan Chandra saat menghadiri kegiatan Penguatan Gerakan Literasi Digital Perpustakaan di
Jawa Tengah yang berlangsung di pendapa kabupaten setempat, Senin.
Dilansir dari laman Jatengprov, dalam sambutannya, Chandra menyebut ibu sebagai "perpustakaan pertama" bagi anak-anaknya. Menurut dia, seorang ibu memiliki peran penting dalam membentuk pola belajar, karakter, serta kebiasaan membaca anak sejak usia dini.
"Ibu adalah perpustakaan pertama bagi anak-anaknya. Jadi harapan kami adalah bagaimana caranya ibu-ibu semua lebih meningkatkan ilmunya, lebih meningkatkan wawasannya, semua itu demi anak-anak kita semua," ujar Chandra.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi digital saat ini perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi dan memperkuat budaya membaca.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi berbagai pihak agar gerakan literasi semakin berkembang di tengah masyarakat.
"Karena partisipasi seorang ibu adalah kunci keberhasilan dari pembangunan, khususnya kunci pembangunan dari generasi muda anak didik kita," tambahnya.
Selain itu, Chandra juga menyoroti masih rendahnya minat membaca di kalangan anak-anak maupun masyarakat dewasa. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi melalui penguatan budaya literasi dari lingkungan keluarga.
Ia pun meminta dukungan dari Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah untuk bersama-sama mengajak masyarakat meningkatkan minat baca.
"Makanya kita minta support dari Bunda Literasi Provinsi
Jawa Tengah, untuk sama-sama mengajak masyarakat dan anak-anak kita gemar membaca. Karena ilmu itu kita dapatkan, kita peroleh dari banyaknya literasi dari yang kita baca," katanya.
Chandra berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat gerakan literasi digital dan budaya membaca di Jawa Tengah, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, kritis, dan berwawasan luas di era digital. (R)