Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, salah satu langkah nyata yang dilakukan ialah pembangunan dan renovasi 1.008 ruang praktik siswa (RPS) di berbagai sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia guna mendukung pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan
dunia kerja dan industri.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin mengatakan bahwa revitalisasi pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang nyaman, aman, dan mampu mendukung transformasi pendidikan vokasi. Hal tersebut disampaikan dalam acara Bincang Santai Media yang berlangsung di Perpustakaan Nasional, Selasa.
Menurut Tatang, keberadaan ruang praktik siswa sangat penting untuk menunjang pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PBL) dan teaching factory yang menjadi ciri khas pendidikan di SMK. Namun, hingga saat ini masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas praktik memadai.
"Sekitar 60 persen SMK masih belum memiliki ruang praktik siswa yang layak. Padahal, ruang praktik sangat penting agar siswa dapat memahami proses kerja dan keterampilan dasar sesuai bidang keahlian mereka," ujarnya.
Ia menambahkan, selama tahun 2025 pemerintah telah merevitalisasi 1.465 SMK dengan total pembangunan mencapai 7.586 unit sarana dan prasarana pendidikan. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, toilet, hingga ruang praktik siswa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.008 unit merupakan ruang praktik siswa yang mencakup sekitar 75 program keahlian, di antaranya Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor.
"Tentu fasilitas ini tidak sepenuhnya sama dengan industri, tetapi siswa dapat mempelajari dasar-dasar keterampilan sehingga nantinya lebih mudah beradaptasi saat memasuki
dunia kerja," kata Tatang.