Denpasar (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meninjau proses pembelajaran di SDN 6 Sumerta, Kamis.
Dalam kunjungan tersebut,
Mendikdasmen menekankan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning melalui penguatan literasi dan kebiasaan menulis sejak dini.
Saat memasuki ruang kelas 4, Abdul Mu'ti berinteraksi langsung dengan para murid dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Para siswa diajak memahami penggunaan kata hubung serta menyusun kalimat sederhana secara aktif dan kontekstual.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, suasana belajar berlangsung interaktif dengan melibatkan siswa untuk menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, hingga membuat contoh kalimat bersama.
Menurut Abdul Mu'ti, konsep deep learning tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal materi, tetapi juga mendorong siswa memahami pelajaran secara mendalam dan mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
"Pembelajaran yang aktif dan menyenangkan akan membantu peserta didik lebih mudah memahami materi sekaligus meningkatkan kemampuan literasi," ujar Abdul Mu'ti.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya membangun budaya menulis sebagai bagian dari proses belajar. Menurutnya, menulis merupakan cara efektif untuk memperkuat pemahaman dan menjaga ilmu agar tidak mudah dilupakan.
"Ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Supaya ilmu kita tidak lupa, maka kita tulis sehingga ilmunya menjadi kita ikat dengan baik," pesan Abdul Mu'ti kepada para siswa.
Ia menambahkan, kegiatan menulis tidak hanya membantu meningkatkan daya ingat, tetapi juga melatih koordinasi motorik dan membangun kebiasaan belajar aktif pada peserta didik.