DWP Sumut Dorong Peran Ibu Bangun Generasi Emas Melalui Literasi

Heri - Jumat, 08 Mei 2026 15:34 WIB
Seminar Parenting bertema “Sumut Cerdas Berliterasi: Membangun Generasi Emas yang Inovatif” di Kantor DWP Sumut, Jalan T Cik Ditiro No 8 Medan, Rabu (6/5/2026).

Medan (buseronline.com) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumut mendorong para ibu untuk aktif meningkatkan budaya literasi di lingkungan keluarga sebagai langkah membangun generasi emas yang inovatif dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Penasehat DWP Sumut, Evi Novida Ginting, pada Seminar Parenting bertema "Sumut Cerdas Berliterasi: Membangun Generasi Emas yang Inovatif" di Kantor DWP Sumut, Jalan T Cik Ditiro No 8 Medan, Rabu.

Evi mengatakan, ibu memiliki peran penting sebagai madrasah pertama bagi anak dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kemampuan literasi sejak usia dini. Karena itu, orang tua perlu terus memperbarui pengetahuan dan pola asuh agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

"Saat ini literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan memiliki kecerdasan emosional di tengah perkembangan teknologi," ujar Evi.

Ia mengajak para ibu membangun budaya literasi di rumah melalui kebiasaan sederhana, seperti membacakan cerita, menyediakan bahan bacaan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung minat baca anak.

Seminar yang turut dihadiri Penasihat DWP Sumut Kahiyang Ayu tersebut menghadirkan Psikolog Herlina Sri Hastuty sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Herlina menegaskan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak dini karena dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan prestasi akademik anak.

"Anak yang gemar membaca cenderung memiliki daya pikir kritis, mampu mengekspresikan diri dengan baik, dan memiliki prestasi akademik yang lebih baik," katanya.

Menurut Herlina, orang tua dapat menumbuhkan minat baca anak dengan membaca bersama keluarga, memanfaatkan buku interaktif dan audiobook, serta menggunakan dongeng dan cerita sebagai media belajar yang menyenangkan.

Selain itu, akademisi Doris Apriani Ritonga turut memberikan materi mengenai pembangunan struktur berpikir kognitif dan daya inovasi anak sejak dini dalam lingkungan keluarga. Ia menilai peningkatan literasi membutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Pemanfaatan teknologi secara positif, pelatihan literasi digital, pembentukan komunitas belajar inovatif, hingga pemberdayaan ibu-ibu Dharma Wanita sebagai fasilitator literasi menjadi langkah penting dalam mendukung budaya literasi di Sumut.

"Mari dukung program literasi demi generasi emas Sumatera Utara. Peran ibu sangat strategis dalam mendukung pendidikan," pungkasnya. (P3)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait