Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi menginisiasi kebijakan baru berupa insersi kurikulum pendidikan perkoperasian pada jenjang sekolah dasar hingga menengah.
Dilansir dari laman Jatengprov, langkah ini dilakukan sebagai upaya membangkitkan kembali semangat ekonomi kerakyatan sejak dini.
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno mengatakan kebijakan tersebut menjadi terobosan yang berpotensi menjadi yang pertama di Indonesia.
Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa.
"Ini bahkan mungkin baru yang pertama di Indonesia, mudah-mudahan hasilnya bisa bagus," ujar Sumarno.
Menurutnya, kurikulum ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang sistem dan nilai-nilai koperasi yang mengedepankan kebersamaan, gotong royong, serta kedaulatan anggota.
"Koperasi adalah penggabungan konsep bisnis dengan nilai sosial. Ini yang harus kita tanamkan kembali kepada masyarakat sejak dini," tegasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Melalui pendidikan sejak sekolah, diharapkan lahir sumber daya manusia yang memahami esensi koperasi secara utuh.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Dwi Silo Raharjo menjelaskan bahwa kurikulum ini akan diterapkan di seluruh sekolah di bawah Dinas Pendidikan serta madrasah di bawah Kementerian Agama di Jawa Tengah.