Pulang Pisau (buseronline.com) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru merupakan prasyarat utama dalam mempercepat transformasi pendidikan, khususnya di daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam dialog bersama pemerintah daerah dan perwakilan guru se-Kabupaten Pulang Pisau yang berlangsung di Kantor Bupati setempat, Sabtu. Dilansir dari laman Kemendikdasmen, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari unsur guru, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Dalam arahannya, Fajar menyampaikan bahwa tantangan pendidikan saat ini tidak lagi terletak pada akses, melainkan pada kualitas pembelajaran di ruang kelas. Menurutnya, guru tidak dapat lagi diposisikan sekadar sebagai pelaksana kurikulum, melainkan sebagai aktor kunci dalam menentukan mutu pendidikan.
"Penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru harus berjalan secara simultan agar mampu mendorong kualitas pembelajaran yang lebih baik," ujarnya.
Berdasarkan data Rapor Pendidikan, kualitas layanan pendidikan di Pulang Pisau masih memerlukan penguatan, terutama pada aspek literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran. Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang berada pada angka 68,48 menunjukkan capaian yang belum optimal.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah pusat menetapkan arah kebijakan strategis tahun 2026 yang meliputi peningkatan kualifikasi akademik guru, penguatan kompetensi berbasis praktik, serta integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar. Kebijakan ini juga mencakup pengelolaan guru secara menyeluruh, mulai dari rekrutmen hingga pengembangan karier.
Dalam dialog tersebut, para guru menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan akses pelatihan berbasis praktik, minimnya pemanfaatan data dalam pembelajaran, serta terbatasnya sarana digital.
Fajar menegaskan bahwa berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan sistemik yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah. Ia juga mendorong optimalisasi peran komunitas belajar guru seperti KKG dan MGMP sebagai wadah berbagi praktik baik.
Selain itu, peran kepala sekolah sebagai instructional leader dinilai penting dalam memastikan kualitas pembelajaran berjalan efektif di satuan pendidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wamendikdasmen di Kalimantan Tengah dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.
Sebagai penutup, Fajar menegaskan bahwa masa depan pendidikan daerah sangat ditentukan oleh kualitas guru. "Jika guru kuat, maka sekolah akan maju. Dan jika sekolah maju, masa depan daerah akan terjamin," pungkasnya. (R)