Revitalisasi 30 Sekolah di Gorontalo, Dorong Kualitas Pendidikan

Heri - Senin, 04 Mei 2026 15:05 WIB
Di Provinsi Gorontalo, sebanyak 30 sekolah dari berbagai jenjang resmi direvitalisasi guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas pembelajaran.

Gorontalo (buseronline.com) - Pemerintah terus mempercepat perbaikan sarana pendidikan di daerah melalui program revitalisasi satuan pendidikan.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, di Provinsi Gorontalo, sebanyak 30 sekolah dari berbagai jenjang resmi direvitalisasi guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas pembelajaran.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat yang menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan klasik pendidikan, terutama terkait kondisi sarana dan prasarana yang belum memadai.

"Masih banyak sekolah dengan kondisi kurang layak, seperti atap bocor, dinding rusak, hingga fasilitas sanitasi yang tidak memadai. Revitalisasi ini dilakukan secara bertahap dan masif untuk mengatasi hal tersebut," ujar Atip.

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Program revitalisasi ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah menilai bahwa kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik sekolah yang aman dan nyaman.

Berbeda dari program sebelumnya, revitalisasi dilakukan melalui skema swakelola dengan melibatkan pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab, sementara masyarakat turut dilibatkan dalam proses pembangunan.

Selain mempercepat pelaksanaan, pendekatan ini juga dinilai mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah.

Revitalisasi di Gorontalo juga menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah yang membutuhkan penanganan cepat. Pemerintah menargetkan ribuan sekolah dapat diperbaiki sepanjang tahun 2026.

Di sisi lain, pemerintah membuka ruang partisipasi publik dengan mendorong masyarakat melaporkan kondisi sekolah yang rusak atau belum tersentuh program. "Perbaikan pendidikan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak," kata Atip.

Dampak program ini mulai dirasakan oleh sekolah penerima manfaat. Kepala SMP Negeri 4 Telaga, Aysa Utiarahman, menyebut revitalisasi membawa perubahan signifikan, terutama pada fasilitas sanitasi dan ruang belajar. "Sekarang siswa sudah memiliki toilet yang memadai dan ruang belajar yang lebih nyaman," ujarnya.

Hal serupa disampaikan siswa kelas VIII, Ismail Husein, yang mengaku lebih nyaman belajar setelah renovasi dilakukan.

"Kelas sekarang lebih bagus dan rapi, jadi kami bisa belajar lebih fokus," katanya.

Pemerintah berharap revitalisasi tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga diikuti dengan pemeliharaan berkelanjutan oleh seluruh pihak sekolah dan masyarakat. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Wali Kota Medan Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif pada Hardiknas 2026

Pendidikan

Wamendikdasmen: Bahasa Indonesia Pemersatu Bangsa dan Kunci Ilmu Pengetahuan

Pendidikan

Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program

Pendidikan

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Inpres di Gorontalo, Tingkatkan Akses dan Produktivitas

Pendidikan

Presiden Dorong Peningkatan Produksi dan Kesejahteraan Petani

Pendidikan

Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Presiden Jokowi Harap Dongkrak Ekonomi Lokal