Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar diskusi dan refleksi film Ghost in The Cell karya Joko Anwar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.
Dilansir dari laman
KPK, kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta dan menjadi bagian dari kampanye
antikorupsi yang menyasar generasi muda.
Program ini merupakan bagian dari kampanye komunitas "Benar-Benar Aksi", yang dirancang sebagai ruang edukasi publik berbasis pengalaman dan refleksi.
Melalui pendekatan film,
KPK berupaya menyampaikan pesan integritas secara lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief mengatakan bahwa film menjadi medium efektif dalam membangun kesadaran antikorupsi karena mampu menyentuh sisi emosional sekaligus reflektif masyarakat.
"Film ini tidak hanya menyoroti pengawasan eksternal, tetapi juga menghadirkan dimensi pengawasan internal berupa suara hati dan integritas pribadi. Tanpa kesadaran individu, sistem pengawasan tidak akan berarti," ujar Amir.
Menurutnya, pemanfaatan budaya populer seperti film menjadi strategi penting untuk memperluas jangkauan edukasi antikorupsi di tengah masyarakat yang semakin terdigitalisasi. Kolaborasi dengan sineas seperti Joko Anwar diharapkan mampu mendekatkan pesan integritas kepada generasi muda.
Selain sebagai tontonan, film
Ghost in The Cell juga menjadi sarana refleksi kritis atas isu pengawasan, integritas, dan akuntabilitas dalam kehidupan sosial.
Diskusi yang menyertai pemutaran film diarahkan untuk mendorong internalisasi nilai-nilai tersebut serta memperkuat partisipasi publik dalam gerakan antikorupsi.
Amir menambahkan, film tersebut telah menjangkau 86 negara dan turut diputar dalam Berlin International Film Festival 2026, dengan mengangkat isu universal seperti korupsi, kekuasaan, dan ketidakadilan.