Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna memperkuat pembinaan generasi peneliti muda Indonesia.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama, Senin, yang difokuskan pada pengembangan talenta riset, khususnya bagi calon finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) serta pemenang OPSI yang akan berkompetisi di tingkat internasional.
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam membangun budaya riset di kalangan pelajar.
"Melalui kolaborasi dengan
BRIN, kami ingin memastikan murid memiliki pengalaman nyata dalam proses riset, mulai dari perencanaan hingga pelaporan," ujarnya dalam acara Open Talk
BRIN bertajuk
BRIN Menjemput Talenta Riset: Dari Sekolah hingga Panggung Dunia di Gedung BJ Habibie, Jakarta.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga membentuk karakter ilmiah yang kuat agar siswa mampu menghasilkan riset inovatif dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Melalui kerja sama ini, siswa akan mendapatkan pelatihan komprehensif, meliputi teknik pengambilan sampel, pengolahan data, penelusuran referensi ilmiah, penulisan laporan penelitian, serta pemahaman etika riset.
Selain itu, pemenang OPSI yang akan mengikuti kompetisi internasional akan memperoleh pendampingan langsung dari periset BRIN, baik secara daring maupun praktik di laboratorium.
Direktur Manajemen Talenta
BRIN, Ajeng Arum Sari menekankan bahwa pengalaman praktik menjadi kunci dalam membangun kompetensi riset yang berdaya saing global.
"Pembelajaran berbasis praktik memungkinkan murid memahami proses riset secara menyeluruh, mulai dari eksperimen hingga penyusunan laporan ilmiah," jelasnya.