Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) membuka akses pendidikan bagi siswa kurang mampu agar dapat bersekolah di institusi unggulan yang memiliki keterkaitan erat dengan dunia industri.
Dilansir dari laman
Jabarprov, kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong lahirnya kelas menengah baru di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan program tersebut diwujudkan melalui pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu.
Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri
Forum Industri Jawa Barat bertema "Industri dalam Kerangka Pengembangan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan" di Bale Gede Pakuan, Bandung, Kamis.
Saat ini, beasiswa diberikan kepada 100 siswa, dan jumlah tersebut direncanakan meningkat hingga 800 penerima dalam waktu mendatang.
"Semangatnya adalah harus lahir kelas menengah baru dari Jawa Barat dari sekolah-sekolah industri unggulan. Selama ini jarang sekali masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa sekolah di situ," ujar Dedi.
Ia menegaskan, lulusan dari sekolah unggulan memiliki peluang besar untuk langsung terserap ke dunia kerja. Bahkan, mereka berpotensi meniti karier hingga ke posisi manajerial.
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat menyambut baik langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ketua DPP APINDO Jawa Barat, Ning Wahyu Astutik, menilai peningkatan SDM menjadi kunci agar sektor industri tetap bertahan dan berkembang di tengah persaingan. "Program ini akan menciptakan talenta berkualitas yang siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri," ujarnya.
Forum Industri Jawa Barat sendiri menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Forum ini juga membahas berbagai isu penting seperti kemudahan investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, penguatan rantai pasok lokal, hilirisasi industri, serta penerapan industri hijau dan berkelanjutan. (R)