Wonosobo (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam membaca dan memahami informasi di tengah derasnya arus digital yang berpotensi memunculkan hoaks dan disinformasi.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Nasional bertema "Wonosobo Melawan Hoaks: Penguatan Literasi Digital dan Ketahanan Informasi Masyarakat" di Aula Kampus 2 Universitas Sains Al-Qur'an (Unsiq),
Kabupaten Wonosobo, Sabtu.
Dilansir dari laman Jatengprov, Luthfi menekankan pentingnya menciptakan ekosistem informasi yang sehat agar tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
"Kita harus menciptakan informasi yang sehat. Jangan sampai ada disinformasi yang menyebabkan perpecahan. Berikan edukasi yang membangun, jangan yang memecah persatuan," ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membawa manfaat besar, namun juga membuka ruang luas bagi penyebaran informasi yang tidak benar.
Ia menegaskan bahwa hoaks bukan sekadar informasi keliru, melainkan ancaman serius bagi stabilitas sosial, kepercayaan publik, dan persatuan bangsa.
Karena itu, upaya memerangi hoaks harus dilakukan secara bersama-sama melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, media, hingga komunitas digital.
"Memerangi hoaks ini tidak mudah. Maka kita harus lakukan cek, recheck, dan final cek. Tidak bisa sembarangan dalam menerima informasi," tegasnya.
Seminar tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pengemudi ojek online, relawan, hingga kelompok masyarakat lainnya. Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyoroti pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menambahkan, pembangunan akan berjalan optimal apabila melibatkan seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat secara aktif.
Selain itu, dalam menjalankan pemerintahan, Luthfi mengingatkan seluruh jajaran, termasuk bupati dan wali kota, untuk menerapkan prinsip good and clear governance dengan mengedepankan transparansi dan keterbukaan.
"Jangan ada yang ditutup-tutupi, harus transparan agar masyarakat bisa melihat. Jangan alergi terhadap kritik, tapi jadikan sebagai pemacu untuk melayani dengan lebih baik lagi," tuturnya. (R)