Bandung (buseronline.com) - Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan.
Dilansir dari laman
Jabarprov, program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mencetak generasi unggul berbasis kearifan lokal. Dukungan datang dari akademisi, perguruan tinggi, hingga komunitas alumni sekolah.
Perwakilan Komite SMAN 3 Bandung sekaligus dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Isma Widiaty menyampaikan apresiasi terhadap konsep Sekolah Maung yang disebut sebagai pengembangan dari Sekolah Garuda Transformatif.
"Konsep
Sekolah Maung merupakan pengembangan dari Sekolah Garuda Transformatif, sebagai terobosan untuk memfasilitasi anak-anak dengan potensi kecerdasan di atas rata-rata," ujarnya usai rapat kerja persiapan penyelenggaraan di Kantor Disdik
Jabar, Bandung, Rabu.
Ia berharap Sekolah Maung tetap memiliki keunikan berbasis budaya Sunda, dengan pembenahan sistem penerimaan siswa, penguatan SDM guru, kurikulum, serta sarana dan prasarana. "Kami mendukung penuh dan berharap program ini dapat segera terealisasi pada 2026," tambahnya.
Senada, akademisi UPI, Ahmad Yani, menilai program ini sebagai inovasi pendidikan yang mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan utama.
Ia menegaskan kesiapan UPI untuk berkontribusi dalam pengembangan kurikulum hingga konsep pembelajaran. "Kami tidak hanya mendukung secara narasi, tetapi juga siap berkontribusi nyata," tegasnya.
Dukungan juga disampaikan Fatimah Arofiati Noor dari Institut Teknologi Bandung. Ia menyatakan komitmen untuk meningkatkan kompetensi siswa dan guru di Jawa Barat melalui kolaborasi lintas institusi.
"Kami berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi dan kapasitas siswa serta guru di Jawa Barat," ujarnya.
Sementara itu, akademisi Universitas Padjadjaran, Erli Sarilita, menilai program ini penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang STEM. Ia berharap lulusan
Sekolah Maung mampu bersaing hingga tingkat global.
Dari unsur alumni, Ketua Harian Ikatan Alumni SMAN 3 Bandung, Gun Gun Saptari Hidayat, menyebut program ini sebagai momentum penting bagi kemajuan pendidikan di Jawa Barat.
"Ini menjadi momentum penting bagi kemajuan pendidikan di Jawa Barat agar semakin istimewa, maju, dan berdampak," ujarnya.
Ia menambahkan, kemajuan daerah berawal dari pendidikan. "Kami berharap Sekolah Maung menjadi titik awal kebangkitan pendidikan di Jawa Barat," pungkasnya. (R)