Majalengka (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas respons cepat terhadap usulan revitalisasi SDN Gandawesi II, Kecamatan Ligung.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan fasilitas belajar di daerah.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengucapkan terima kasih kepada Presiden melalui Kementerian Pendidikan atas percepatan penanganan sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah.
"Saya atas nama masyarakat Kabupaten
Majalengka mengucapkan terima kasih atas respons cepat terhadap usulan revitalisasi
SDN Gandawesi II. Ini membuktikan bahwa pendidikan tetap menjadi perhatian utama," ujar Eman.
Selain itu, Eman juga mengapresiasi upaya kepala sekolah di Majalengka yang tetap menjaga lingkungan sekolah melalui pemeliharaan ringan, meski dengan keterbatasan anggaran.
Ia turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Dari sisi pemerintah pusat, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa percepatan penanganan sarana dan prasarana pendidikan terus dilakukan, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan peserta didik.
"Respons cepat terhadap SDN II Gandawesi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak belajar di lingkungan yang aman dan nyaman," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga peningkatan mutu dan pemerataan layanan pendidikan.
Kementerian Pendidikan juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar setiap usulan dapat segera ditindaklanjuti secara terukur.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah mengalokasikan APBD 2026 untuk revitalisasi 22 sekolah, terdiri dari 17 SD dan 5 SMP.
Selain itu, sebanyak 323 satuan pendidikan juga telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi, mencakup PAUD, SD, dan SMP.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Muhammad Umar Ma'ruf menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei kebutuhan dan pengajuan perbaikan sejak awal, bahkan sebelum isu kondisi SDN Gandawesi II mencuat ke publik.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan dana
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memiliki batasan sesuai ketentuan, sehingga tidak dapat digunakan untuk rehabilitasi berat, melainkan hanya untuk pemeliharaan sarana dan prasarana dengan porsi terbatas.
Upaya revitalisasi SDN Gandawesi II menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dalam mempercepat peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di Majalengka. (R)