Wonogiri (buseronline.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri menggelar kegiatan edukasi dan simulasi bencana mandiri dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di SDN 1 Tekaran, Kecamatan Selogiri, Senin.
Dilansir dari laman Jatengprov, kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dan guru sebagai upaya meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan terhadap potensi bencana sejak usia dini. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai kebencanaan yang disampaikan oleh tim BPBD.
Para siswa diberikan pemahaman terkait potensi risiko bencana di wilayah Wonogiri serta langkah-langkah dasar penyelamatan diri ketika menghadapi keadaan darurat.
Baca Juga:
Pemkab Taput Perkuat Sinergi dengan Kemensos RI untuk Kesejahteraan dan Penanganan BencanaSelain materi teori, peserta juga mengikuti simulasi evakuasi mandiri yang dilakukan di tengah aktivitas belajar mengajar. Dalam simulasi tersebut, siswa dilatih untuk tetap tenang saat terjadi situasi darurat, seperti berlindung di bawah meja dan melakukan evakuasi menuju titik kumpul aman dengan tertib.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama mengatakan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam upaya mitigasi bencana.
"Melalui edukasi dan simulasi ini, kami ingin memastikan siswa dan tenaga pendidik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi," ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan di SDN 1 Tekaran merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Baca Juga: BPBD Jabar Dirikan 82 Posko Mudik Idulfitri 2026 untuk Antisipasi Bencana
Menurutnya, pembiasaan simulasi secara rutin dapat meningkatkan ketangguhan warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat.
Selama simulasi berlangsung, para siswa terlihat antusias dan mengikuti arahan petugas dengan tertib. Saat sirine tanda bahaya dibunyikan, mereka segera melakukan prosedur keselamatan hingga menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
BPBD Wonogiri berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan sekolah serta mendukung terwujudnya Wonogiri Tangguh Bencana melalui semangat "Siap untuk Selamat." (R)