Magelang (buseronline.com) - Penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas semakin mendorong terciptanya pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi siswa.
Hal ini terungkap saat
Mendikdasmen Abdul Mu'ti melakukan kunjungan ke
SD Negeri Borobudur 2, Sabtu, untuk meninjau langsung pemanfaatan perangkat tersebut dalam pembelajaran Matematika kelas V.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen mengamati penggunaan IFP yang memungkinkan guru menghadirkan materi pembelajaran melalui visual, video, hingga interaksi langsung di layar sentuh.
Baca Juga:
Kemendikdasmen Gelar Dialog Pendidikan Indonesia-Palestina, Perkuat Kerja Sama GlobalIa menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperluas penyediaan perangkat ini sebagai bagian dari transformasi pendidikan.
"Terima kasih para guru sudah mengajar dengan baik, anak-anak jadi semangat. Namun pembelajaran tetap harus terintegrasi dengan pembelajaran mendalam dan penguatan pendidikan karakter," ujar Abdul Mu'ti.
Saat berdialog dengan siswa, ia juga menggali pengalaman mereka menggunakan IFP. Para siswa mengaku pembelajaran menjadi lebih menarik karena dapat melihat materi secara visual dan berinteraksi langsung dengan konten yang ditampilkan.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan menulis. "Menulis itu penting agar apa yang dipelajari bisa diingat dan melatih kemandirian belajar," tambahnya.
Guru kelas V, Susanti, menyampaikan bahwa sejak perangkat IFP diterima, penggunaannya langsung dioptimalkan dalam berbagai mata pelajaran. Menurutnya, kehadiran IFP membuat pembelajaran lebih variatif dan mendorong keterlibatan aktif siswa.
"Anak-anak bisa menyentuh, menulis, atau menggeser objek langsung di layar. Bahkan mereka sering mengusulkan fitur atau permainan edukatif untuk digunakan di kelas," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa IFP memudahkan guru dalam mengakses berbagai sumber belajar dalam satu perangkat, mulai dari video, simulasi, hingga materi presentasi yang terintegrasi.