Magelang (buseronline.com) - Program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak positif di berbagai daerah.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, program ini terbukti meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah serta mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal.
Salah satu dampak nyata dirasakan di SLB Negeri Kota Magelang. Sebelum revitalisasi, keterbatasan ruang kelas menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pembelajaran.
Baca Juga:
Kementan Percepat Pemanfaatan Biodiesel untuk Alsintan, Perkuat Program B50Kepala sekolah Ina Sulanti menjelaskan bahwa satu ruang kelas sebelumnya harus digunakan oleh beberapa rombongan belajar dengan kebutuhan berbeda. Namun, setelah mendapatkan bantuan dua ruang kelas baru, proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.
"Dengan adanya tambahan ruang kelas, anak-anak tidak perlu lagi digabung dengan yang berbeda kebutuhan. Mereka belajar lebih nyaman dan aman, sehingga bisa meningkatkan prestasi belajar," ujarnya.
Perubahan signifikan juga terjadi di SD Negeri Borobudur 2. Kepala sekolah Sri Widati mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sebelumnya cukup memprihatinkan, dengan kerusakan pada atap, plafon, dan dinding yang berpotensi membahayakan siswa.
Melalui bantuan revitalisasi senilai Rp665 juta, sekolah tersebut kini memiliki lima ruang kelas yang telah direhabilitasi serta fasilitas toilet baru yang lebih layak. "Sekolah merasa bangga dan senang karena anak-anak sekarang memiliki ruang kelas yang bagus, bersih, dan nyaman," kata Sri Widati.
Hal serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Salam, Murtini. Ia menyebutkan bahwa sebelum revitalisasi, ruang administrasi sekolah mengalami kerusakan cukup berat karena bangunan yang sudah berdiri sejak 1997.
Kini, sekolah tersebut tidak hanya mendapatkan perbaikan ruang administrasi, tetapi juga pembangunan laboratorium komputer baru.
Menurutnya, pembangunan dilakukan melalui skema swakelola sehingga kualitas hasil pembangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
"Setelah ada laboratorium komputer yang baru, anak-anak sangat senang. Bangunannya bagus dan sangat mendukung pembelajaran," ujarnya.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menilai program revitalisasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Ia menegaskan bahwa dampak program ini tidak hanya terlihat dari sisi fisik bangunan, tetapi juga dalam pemenuhan standar nasional pendidikan.