Padang Pariaman (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti meresmikan 26 Ruang Kelas Darurat (RKD) di Provinsi Sumatra Barat sebagai bagian dari pemulihan sektor pendidikan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, peresmian dipusatkan di SD Negeri 5 Batang Anai dan disambut hangat oleh para murid yang menyanyikan lagu "Rukun Sama Teman".
Pembangunan RKD ini menelan anggaran sebesar Rp1,3 miliar dan bertujuan menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi darurat.
Baca Juga: Kemendikdasmen Rampungkan 349 Sekolah Hasil Revitalisasi di Sumatera Barat
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pemerintah juga mengalokasikan program revitalisasi untuk 322 satuan pendidikan di Sumatra Barat pada tahun 2026.
Sebanyak 301 sekolah akan dibangun melalui skema swakelola, sementara 21 sekolah lainnya dikerjakan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
"Total 322 satuan pendidikan terdiri dari 84 PAUD, 169 SD, 35 SMP, 26 SMA, 4 SMK, dan 4 SLB. Hingga saat ini, realisasi pembangunan tahap pertama telah mencapai 70 persen dengan nilai anggaran Rp167,53 miliar," ujar Abdul Mu'ti, Jumat.
Ia menegaskan bahwa program revitalisasi ini penting untuk memastikan proses pembelajaran kembali berjalan optimal dan aman. Pembangunan RKD juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, hingga masyarakat.
Selain itu, Mendikdasmen mengapresiasi semangat belajar para siswa yang telah memanfaatkan RKD dan fasilitas pendukung seperti Interactive Flat Panel (IFP) untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
"Teruslah belajar dengan semangat. RKD ini bersifat sementara, nantinya gedung sekolah akan dibangun kembali agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman," pesannya.