Pati (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat program revitalisasi satuan pendidikan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Indonesia.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa program tersebut difokuskan pada sekolah terdampak bencana, wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.
"Revitalisasi ini untuk memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak," ujar Abdul Mu'ti saat meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati, Minggu.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk program ini. Dana tersebut telah digunakan untuk menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, mencakup pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer, hingga fasilitas sanitasi.
Di Kabupaten Pati, sebanyak 90 sekolah telah menerima manfaat revitalisasi. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa dan tenaga pendidik.
Salah satu sekolah penerima manfaat, SMP Negeri 1 Gembong mengalami perubahan signifikan setelah mendapatkan bantuan perbaikan. Kepala sekolah, Istiana, mengungkapkan sebelumnya kondisi bangunan sekolah cukup memprihatinkan.
"Saat hujan, air masuk ke ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar terganggu," ujarnya.
Namun setelah revitalisasi, kondisi sekolah menjadi jauh lebih baik. Ia menyebut suasana belajar kini lebih nyaman dan aman, serta meningkatkan semangat siswa.
Istiana juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, atas perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Di sisi lain, Pelaksana tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor pendidikan di daerahnya.
"Kami berterima kasih atas bantuan revitalisasi ini karena sangat membantu peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Pati," ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya pemanfaatan data akurat dalam perencanaan program agar pelaksanaan revitalisasi lebih efektif dan tepat sasaran.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan terus berlanjut guna meningkatkan mutu pendidikan serta menciptakan generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing. (R)