ASEAN-SEAMEO Luncurkan Roadmap PAUD 2026-2030 di Jakarta

Heri - Senin, 13 April 2026 12:00 WIB
Kemendikdasmen bersama Association of Southeast Asian Nations dan Southeast Asian Ministers of Education Organization resmi meluncurkan ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on ECCE periode 2026-2030 di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Association of Southeast Asian Nations dan Southeast Asian Ministers of Education Organization resmi meluncurkan ASEAN-SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) periode 2026-2030 di Jakarta, Kamis.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, peluncuran ini menjadi komitmen bersama sebelas negara di Asia Tenggara untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menyatakan bahwa roadmap tersebut mencerminkan visi dan tanggung jawab kolektif negara-negara di kawasan dalam memajukan pendidikan anak usia dini.

Baca Juga: Kemendikdasmen Genjot Sertifikasi Kompetensi dan Bahasa Asing untuk Siswa SMK

"Pengembangan Joint Roadmap ini merupakan langkah konkret untuk menerjemahkan komitmen bersama ke dalam aksi yang terkoordinasi dan terukur," ujarnya.

Roadmap ini memuat tujuh prioritas utama, yakni pemerataan akses, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan tenaga pendidik, tata kelola dan kolaborasi lintas sektor, pemberdayaan keluarga, pemanfaatan inovasi digital, serta pembiayaan berkelanjutan.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto menegaskan bahwa dokumen ini menjadi panduan strategis dalam memastikan layanan PAUD yang inklusif, setara, dan berkualitas di kawasan.

Sementara itu, Direktur Sekretariat SEAMEO, Habibah Abdul Rahim, menilai investasi pada pendidikan anak usia dini merupakan kunci untuk meningkatkan hasil pembelajaran dan mengurangi kesenjangan di masa depan.

Joint Roadmap ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemendikdasmen, ASEAN, SEAMEO, serta berbagai mitra pembangunan seperti UNESCO dan UNICEF. Dokumen ini diharapkan menjadi rujukan utama dalam pengembangan layanan PAUD di Asia Tenggara hingga 2030. (R)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait