Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mengakselerasi transformasi di bidang pendidikan melalui penguatan kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi.
Dilansir dari laman
Humas Polri, salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kerja sama dengan
Universitas Borobudur dalam pembentukan
Pusat Studi Kepolisian.
Wakil Kepala Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pengembangan pusat studi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun institusi kepolisian yang adaptif dan terbuka terhadap masukan akademik.
"Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi akademik dan memperkuat jaringan. Kampus memiliki kemampuan berpikir kritis yang dapat memberikan masukan konstruktif bagi institusi Polri," ujar Dedi dalam Rapat Analisa dan Evaluasi Quickwins di Mabes Polri, Kamis.
Baca Juga: Polri Bekali Personel Buku Saku "0%" untuk Perkuat Sosialisasi Program PemerintahSecara nasional, Polri terus memperluas kemitraan dengan dunia akademik. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 77 nota kesepahaman (MoU) telah terjalin dengan berbagai perguruan tinggi.
Dari jumlah tersebut, 25 kerja sama telah ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama (PKS) dan pembentukan
Pusat Studi Kepolisian. Selain itu, 16 pusat studi dengan berbagai spesialisasi keilmuan juga telah dikembangkan di lingkungan STIK-PTIK Lemdiklat Polri.
Direktur Pascasarjana Universitas Borobudur, Faisal Santiago, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kolaborasi ini membuka ruang strategis bagi akademisi untuk berkontribusi dalam mendukung kebijakan kepolisian berbasis riset dan data ilmiah.
"Kolaborasi ini menjadi ruang strategis bagi dunia akademik untuk berkontribusi dalam penyusunan kebijakan kepolisian yang berbasis keilmuan," ujarnya.
Pusat Studi Kepolisian ini diharapkan menjadi pilar dalam pengembangan konsep smart policing, yang menitikberatkan pada pendekatan prediktif, responsif, serta berbasis pemecahan masalah, termasuk dalam menghadapi tantangan keamanan di ruang digital.
Baca Juga:
Peserta dari 38 Negara Siap Meramaikan Borobudur Marathon, Dampak Ekonomi Diproyeksikan Tembus Rp73 MSebagai implementasi awal, Polres Metro Jakarta Timur bersama
Universitas Borobudur telah memulai pembentukan Posko
Pusat Studi Kepolisian.
Langkah tersebut ditandai dengan audiensi antara jajaran kepolisian dan pihak kampus pada 7 April 2026, yang membahas teknis pelaksanaan kerja sama meliputi riset, pertukaran data, hingga program pengabdian masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, Polri menegaskan komitmennya untuk membangun institusi yang modern, terbuka, dan berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan masyarakat serta dinamika sosial. (R)