Pasuruan (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kembali melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP/MTs/sederajat, Senin. Dilansir dari laman Kemendikdasmen, ujian ini juga diikuti oleh siswa Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) sebagai bagian dari kebijakan pemetaan akademik nasional.
Pelaksanaan TKA di berbagai daerah berlangsung lancar dan penuh semangat. Di SLBN Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, enam siswa tunarungu mengikuti ujian dengan antusias. Kepala sekolah, Iva Evry Robiyansah, menyebut para siswa memiliki tekad kuat dalam mengikuti tes meski dengan keterbatasan.
Sementara itu, di SLBN Semarang, Jawa Tengah, suasana ujian berlangsung santai. Tiga siswa yang terdiri dari dua tunarungu dan satu tunanetra mengikuti TKA dengan percaya diri. Kepala sekolah, Sri Sugiarti, mengatakan para siswa telah dipersiapkan jauh hari sehingga lebih siap menghadapi soal.
Antusiasme serupa juga terlihat di SLBN Halmahera Barat. Bahkan, seorang siswa tunagrahita yang tidak diwajibkan mengikuti TKA tetap ingin berpartisipasi. Kepala sekolah, Ismawati Muhammad, mengungkapkan pihaknya telah memberikan pelatihan penggunaan komputer serta pendampingan sebelum ujian.
Di SLBN Pembina Tingkat Nasional Jakarta, salah satu peserta, Raka Aditomo Subagyo, mengaku optimistis. Ia menyebut soal yang diujikan telah dipelajari sebelumnya, meskipun sebagai siswa tunanetra ia menghadapi tantangan pada soal berbasis gambar. Dukungan guru pendamping dan penggunaan headset dengan screen reader membantu proses pengerjaan soal.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa TKA tidak hanya bertujuan untuk pemetaan akademik, tetapi juga menjadi salah satu komponen dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ia juga mengingatkan siswa untuk menjunjung tinggi kejujuran dalam mengerjakan ujian.
TKA untuk jenjang SMP/MTs/sederajat dijadwalkan berlangsung selama dua pekan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar dalam perbaikan pembelajaran serta pengambilan kebijakan pendidikan berbasis data. (R)