Pekalongan (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar penyampaian materi, tetapi proses membangun karakter dan peradaban bangsa. Pernyataan ini disampaikannya, Jumat, dalam dialog pendidikan bertajuk "Menata Fondasi Belajar: Menciptakan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bermartabat bagi Guru dan Siswa".
Mendikdasmen menegaskan pentingnya hidden curriculum atau pembiasaan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. "Disiplin, sopan santun, dan saling menghargai harus dibiasakan melalui keteladanan, bukan hanya diajarkan sebagai mata pelajaran," ujarnya dilansir dari laman Kemendikdasmen.
Dalam membangun karakter, guru harus memuliakan murid, murid menghormati guru, dan keduanya memuliakan ilmu. "Guru tidak hanya menjadi agent of learning, tetapi juga agent of civilization," tambahnya.
Penciptaan sekolah aman dan nyaman dilakukan melalui pendekatan deep learning, yang mendorong pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful. Mendikdasmen juga menegaskan bahwa disiplin harus bebas dari kekerasan, dengan penyelesaian masalah melalui dialog dan pembinaan.
Acara ini dihadiri sekitar 200 kepala sekolah dan guru, serta dihadiri oleh Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, Nur Izzah, sebagai bentuk kolaborasi membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Budaya sekolah aman dan nyaman sendiri diatur dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, yang menekankan tata nilai, kebiasaan, dan perilaku untuk menjamin kesejahteraan spiritual, fisik, psikologis, sosiokultural, serta keamanan digital bagi seluruh warga sekolah. (R)