Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Berkualitas Lewat Program Wajar 13 Tahun dan Satu Desa Satu TK

Administrator - Kamis, 09 April 2026 12:00 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menyapa anak-anak saat meresmikan gedung baru TK Aisyiyah Bustanul Athfal 31 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) menjadi prioritas pemerintah dalam membentuk fondasi karakter anak sejak dini. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan hal ini saat meresmikan gedung baru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 31 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu.

Dalam sambutannya, Menteri Mu'ti menekankan pentingnya program Wajib Belajar (Wajar) 13 Tahun, yang dimulai dari jenjang PAUD/TK. Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Selain itu, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui program Satu Desa Satu TK untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua anak.

"PAUD merupakan modal dasar dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap menghargai anak. Pembelajaran di TK harus mengedepankan aspek bermain untuk melatih motorik, membangun rasa bahagia, serta mengembangkan potensi anak," ujar Menteri Mu'ti dilansir dari laman Kemendikdasmen.

Ia menambahkan, pembelajaran di TK juga harus mengenalkan berbagai profesi, mulai dari dokter, tentara, hingga petani dan nelayan, agar anak memahami lingkungan sosial dan alam tempat tinggalnya.

Terkait implementasi program Wajar 13 Tahun, Kemendikdasmen menyiapkan empat upaya strategis, yakni revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, pelatihan kompetensi guru TK, dan pemberian beasiswa bagi guru TK yang belum memiliki gelar S-1. Mulai tahun 2026, program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp450 ribu per tahun akan diberikan kepada lebih dari 880 ribu murid TK.

Selain meresmikan gedung, Menteri Mu'ti meninjau penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital di ruang kelas. Ia menekankan perangkat ini membantu anak menguasai kosa kata Bahasa Indonesia dan menanamkan nilai apresiasi serta menghargai melalui perilaku sederhana seperti antre.

Kepala TK ABA 31, Sutarmi, menyambut baik program pemerintah ini. Menurutnya, pembelajaran di TK adalah langkah awal membentuk karakter, sikap, dan kepribadian anak. "Kami memulai setiap hari dengan kegiatan Pagi Ceria dan mengajak murid melakukan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Semoga program Wajar 13 Tahun meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan PAUD/TK," ujar Sutarmi.

Peresmian TK ABA 31 menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan anak usia dini, sekaligus mendorong generasi Indonesia yang berkualitas dan berkarakter sejak awal. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Jadi Penggerak Konservasi Keanekaragaman Hayati

Pendidikan

IMSO ke-23 Resmi Ditutup, 207 Matematikawan Muda dari 23 Negara Adu Kemampuan

Pendidikan

KPK: Indeks Integritas Pendidikan 2026 Capai 73,30, Tata Kelola Masih Jadi Tantangan

Pendidikan

Bupati Taput Ikuti Program “Jaksa Sahabat Pendidik”

Pendidikan

Wabup Taput Dampingi Menkop RI Beri Kuliah Umum di UNITA, Dorong Generasi Muda Manfaatkan Koperasi

Pendidikan

Nawal Arafah Yasin Dorong Penggunaan AI untuk Tingkatkan Daya Kritis Anak