Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat

Administrator - Senin, 06 April 2026 15:06 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan arahan dalam acara pelepasan Alumni Pejuang Digital di Jakarta, Kamis (2/4/2026). (Dok/Kemendikdasmen)

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, secara resmi melepas 150 alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan untuk bertugas di wilayah terpencil, tertinggal, dan terdepan (3T) melalui Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital.

Kegiatan pelepasan tersebut berlangsung di Auditorium Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, sebagai bagian dari kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan LPDP dalam mempercepat transformasi digital di sekolah dasar wilayah 3T.

Dalam sambutannya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Wakil Presiden Gibran menegaskan bahwa teknologi memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan pendidikan nasional. Ia menekankan pentingnya menjembatani kesenjangan digital di dunia pendidikan secara konkret.

Menurutnya, inovasi metode pembelajaran menjadi hal yang krusial, terutama di wilayah 3T, agar proses belajar dapat berlangsung lebih efektif dan menyenangkan dengan dukungan teknologi.

"Jika pembelajaran terasa membosankan, kita harus menemukan metode yang lebih menarik. Semua harus bisa dibuat menyenangkan. Apalagi saat ini tersedia Interactive Flat Panel (IFP) dari Bapak Presiden. Saya berharap teman-teman dapat membantu mengenalkan dan mendampingi pemanfaatannya," ujar Gibran.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa beasiswa negara bukan sekadar bentuk penghargaan akademik, melainkan investasi yang harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk kontribusi nyata.

"Ketika negara telah berinvestasi pada seseorang, maka saatnya investasi itu dikembalikan, bukan dalam bentuk laporan, melainkan lewat dampak yang bisa dirasakan langsung oleh siswa di daerah," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyampaikan bahwa lembaganya telah mendukung puluhan ribu penerima beasiswa dari berbagai jenjang pendidikan dengan komitmen memperluas akses, termasuk bagi daerah afirmasi.

"Yang terpenting adalah memastikan bahwa para alumni kembali dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Sudarto menambahkan bahwa keberhasilan program beasiswa tidak hanya diukur dari jumlah lulusan atau capaian akademik, tetapi dari kontribusi nyata alumni dalam menjawab tantangan di lapangan. Program Alumni Pejuang Digital menjadi salah satu wujud implementasi dari prinsip tersebut.

Program ini juga difokuskan pada penguatan transformasi digital pendidikan melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID), yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

Dalam sesi dialog, dua peserta berbagi pengalaman dan motivasi mereka. Teresia Rutisu, lulusan Swiss Hotel Management School asal Papua Barat yang akan bertugas di Merauke, menyampaikan komitmennya untuk berbagi pengalaman kepada siswa di daerah 3T.

"Saya menekankan kata 'pengabdian'. Saya ingin berbagi pengalaman kepada anak-anak di daerah 3T, karena saya juga berasal dari sana. Saya ingin mereka tidak pernah berhenti bermimpi," ungkapnya.

Peserta lainnya, Gulmog Simbolon asal Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, lulusan University of Surrey, Inggris, menilai program ini sebagai ruang kontribusi nyata dalam pemerataan akses pendidikan.

"Perjalanan hidup saya mengajarkan bahwa akses pendidikan yang baik bisa mengubah segalanya. Kini giliran saya membantu membukakan jalan itu bagi anak-anak di daerah 3T," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Gibran mengapresiasi semangat para alumni yang memilih kembali dan mengabdi di daerah. Ia menegaskan bahwa kontribusi nyata merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.

"Setiap alumni harus bangga menjadi WNI dan mengabdi di kampung halamannya," tegasnya.

Di akhir kegiatan, Wakil Presiden secara resmi melepas seluruh peserta program dan berpesan agar para alumni menjaga kesehatan, memahami kearifan lokal, serta memberikan kontribusi terbaik selama masa penugasan tiga bulan ke depan.

Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam pemerataan kualitas pendidikan nasional, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kemendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Digitalisasi Wilayah 3T

Pendidikan

Kemendikdasmen Gelar Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026/2027, Tekankan Akses Pendidikan Tanpa Diskriminasi

Pendidikan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Revitalisasi Sekolah untuk Memuliakan Murid

Pendidikan

Pemerintah Bangun 1.008 Ruang Praktik Siswa untuk Perkuat Pendidikan Vokasi

Pendidikan

Kemendikdasmen Dorong Budaya Literasi Anak lewat Lokakarya Membaca Nyaring

Pendidikan

MA Perkuat Transformasi Digital Peradilan, Tunggakan Perkara Turun Drastis