Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kemendikdasmen Tegaskan Pendidikan sebagai Penguat Karakter dan Penggerak Sosial di Idulfitri 1447 H

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 26 Maret 2026 11:00 WIB
M Shalehuddin Al Ayubi menyampaikan khotbah Salat Idulfitri 1447 H di halaman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Sabtu (21/3/2026). (Dok/Kemendikdasmen)

Jakarta (buseronline.com) - Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Halaman Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Sabtu.

Jemaah yang terdiri dari keluarga besar Kemendikdasmen serta masyarakat sekitar tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah, termasuk mendengarkan khotbah yang mengangkat tema “Keshalihan Spiritual & Sosial sebagai Fondasi Pendidikan Karakter”.

Khotbah Idulfitri disampaikan oleh M Shalehuddin Al Ayubi yang menekankan bahwa Idulfitri tidak sekadar menjadi perayaan seremonial melalui lantunan takbir dan tahmid, melainkan momentum refleksi mendalam atas kualitas penghambaan kepada Allah SWT.

Menurut Ayubi, makna kemenangan sejati dalam Idulfitri terletak pada keberhasilan seseorang dalam mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan hubungan spiritual dengan Tuhan, serta memperkuat relasi sosial dengan sesama manusia.

“Bulan Ramadan mengajarkan kita untuk membangun fondasi karakter melalui nilai-nilai pendidikan. Lebih dari itu, kita juga terdidik dengan ibadah sosial melalui kewajiban sedekah dan zakat fitrah,” ungkapnya dalam khotbah.

Dalam pemaparannya, dilansir dari laman Kemendikdasmen, Ayubi menjelaskan tiga aktivitas utama selama Ramadan yang memiliki nilai pendidikan sebagai penggerak perubahan karakter umat. Pertama, mujahadah, yakni upaya sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa di tengah aktivitas sehari-hari, termasuk melaksanakan qiyamul lail pada sepertiga malam.

Kedua, muraqabah, yaitu kesadaran bahwa setiap perbuatan selalu berada dalam pengawasan Allah SWT. Nilai ini dinilai mampu membentuk pribadi yang jujur serta melahirkan aparatur sipil negara (ASN) dan pemimpin yang berintegritas, sekaligus menjauhkan diri dari perilaku koruptif.

Ketiga, muhasabah, yakni proses introspeksi diri untuk mengevaluasi kekurangan sebelum datangnya hari perhitungan amal. Melalui muhasabah, umat diharapkan mampu terus memperbaiki diri secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Ayubi juga mengutip pemikiran tokoh pendidikan Islam, seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari, yang menekankan bahwa pendidikan sejatinya harus mampu melahirkan insan kamil, yakni manusia yang beradab dan berorientasi pada amal nyata.

“Pendidikan tidak cukup hanya mentransfer ilmu, tetapi harus melahirkan manusia yang berpihak kepada lingkungan sosialnya,” tutup Ayubi.

Pelaksanaan Salat Idulfitri ini menjadi momentum bagi Kemendikdasmen untuk menegaskan kembali peran strategis pendidikan sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa sekaligus penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli

Pendidikan

Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi

Pendidikan

Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026

Pendidikan

Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo

Pendidikan

Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat

Pendidikan

Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global