Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

MABB 2026 Hadirkan 2.600 Buku untuk Memperkaya Imajinasi Anak di Bandara Halim

GY Simanjuntak MSi - Kamis, 19 Maret 2026 11:00 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/03/IMG-20260318-WA0022.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia menyerahkan piagam pada kegiatan “Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026” di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (16/3/2026). (Dok/Kemendikdasmen)
Jakarta (buseronline.com) - Suasana berbeda tampak di ruang tunggu keberangkatan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin. Tawa anak-anak dan antusiasme mereka memilih buku mewarnai program Mudik Asyik Baca Buku 2026 (MABB 2026) yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.Salah satu pengunjung, Veta, tampak larut dalam buku cerita penuh warna yang baru saja ia dapatkan. “I like it! It’s great,” ujarnya singkat, seraya mengaku ingin kembali ke stan untuk memilih buku lainnya.Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program ini menghadirkan pengalaman literasi yang hangat di tengah hiruk pikuk arus mudik Idulfitri. Di antara koper dan antrean penumpang, anak-anak terlihat asyik membaca, sementara orang tua memanfaatkan momen tersebut sebagai sarana edukasi selama menunggu keberangkatan.Melalui program MABB 2026, Kemendikdasmen ingin menanamkan pesan bahwa setiap perjalanan mudik seharusnya juga menjadi ruang untuk menumbuhkan imajinasi dan minat baca anak. Diharapkan, kebiasaan membaca tidak berhenti di bandara, tetapi terus berkembang hingga di kampung halaman.Salah satu orang tua, Florence, yang hendak bertolak ke Bali, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Menurutnya, program tersebut mampu mengurangi kejenuhan anak selama menunggu keberangkatan sekaligus menambah nilai edukasi.“Menurut saya ini sangat baik. Kebetulan anak saya memang sangat gemar membaca,” ujarnya.Hal senada disampaikan Kevin, orang tua lainnya yang juga menunggu jadwal penerbangan. Ia menilai program ini menjadi alternatif aktivitas yang lebih sehat dibanding penggunaan gawai.“Baik sekali ya. Jadi mendorong anak-anak jadi mau baca. Selain mungkin hari ini banyak yang main gadget, jadi ada aktivitas lain buat anak-anak,” katanya.Tahun ini, Badan Bahasa menerapkan strategi literasi “jemput bola” dengan memindahkan lokasi kegiatan ke dalam ruang tunggu keberangkatan. Langkah tersebut dinilai lebih efektif karena langsung menjangkau penumpang yang sedang menunggu waktu terbang.Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukmana, menjelaskan bahwa perubahan lokasi merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya.“Tahun lalu kami berada di luar ruangan, dan itu kurang menguntungkan. Sekarang kami masuk ke ruang tunggu karena sasaran utama kami adalah mereka yang akan berangkat. Di sini, pemudik punya waktu luang sebelum terbang, sehingga animonya jauh lebih tinggi,” jelasnya.Ia menambahkan, khusus di Bandara Halim Perdanakusuma, pihaknya menyiapkan sekitar 2.600 eksemplar buku dari total 24 ribu buku yang didistribusikan di tujuh titik mudik utama di Jakarta. Setiap pemudik bahkan diperbolehkan membawa pulang hingga lima buku secara gratis.Program ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Pusat Perbukuan, serta sejumlah penerbit. Buku-buku yang dibagikan telah melalui proses kurasi dengan fokus pada buku cerita anak untuk meningkatkan minat baca sejak dini.Sementara itu, General Manager Operations Bandara Halim Perdanakusuma, Ali Sudibyo, menilai kegiatan ini sebagai oase literasi di tengah dominasi penggunaan perangkat digital oleh anak-anak.“Zaman sekarang anak-anak sedikit-sedikit pakai gadget. Dengan adanya pembagian buku gratis ini, kita membiasakan mereka kembali membaca dan mencari literasi,” ujarnya.Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang baik.Meski volume penerbangan di Bandara Halim mengalami penyesuaian, Ali menegaskan bahwa manfaat program ini tetap besar dan perlu dilanjutkan. Ia juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan Angkasa Pura ke depan.“Ini bentuk kepedulian kita terhadap anak-anak, terhadap masa depan bangsa. Jadi harus dilanjutkan,” tegasnya.Dengan pendekatan yang lebih dekat dan interaktif, program MABB 2026 diharapkan mampu menanamkan budaya membaca sejak dini serta menjadikan perjalanan mudik sebagai momentum memperkuat literasi keluarga Indonesia. (R)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Pemprov Sumut Dorong Budaya Menabung Sejak Dini bagi Generasi Muda

Pendidikan

Kemenkes Bangun Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Siapkan 100 Tempat Tidur untuk Korban Gempa

Pendidikan

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Pengungsi Gempa NTT Aman hingga Satu Tahun

Pendidikan

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Ikut Seleksi Jadi PPPK Penuh Waktu Mulai 2027

Pendidikan

Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil

Pendidikan

KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Diduga Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar